x

Korban Tewas Kecelakaan Bekasi Timur Bertambah Jadi 15 Orang, Proses Identifikasi Dikebut

waktu baca 2 menit
Selasa, 28 Apr 2026 18:51 23 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur kembali bertambah menjadi 15 orang, sementara sebagian besar jenazah masih dalam proses identifikasi di RS Polri Kramat Jati.

Pihak kepolisian menargetkan proses identifikasi dapat segera diselesaikan meski diakui memerlukan ketelitian tinggi.

Polda Metro Jaya mencatat perkembangan terbaru terkait korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line. Insiden tersebut terjadi pada Senin malam, 27 April 2026.

Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Martinus Ginting, menyampaikan jumlah korban tewas kini mencapai 15 orang. Data ini merupakan pembaruan dari laporan sebelumnya.

“Iya, ada 15 (korban) meninggal dunia,” kata Martinus. Pernyataan itu disampaikan kepada wartawan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Ia menjelaskan, sebagian besar jenazah masih dalam tahap identifikasi. Proses tersebut dilakukan oleh tim gabungan dari berbagai instansi kepolisian.

Sebanyak 10 dari 15 jenazah saat ini masih diidentifikasi di RS Polri Kramat Jati. Tim yang terlibat berasal dari Dokkes Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Bekasi Kota.

Sementara itu, Kepala RS Polri Kramat Jati, Prima Heru Yulihartono, mengungkapkan perkembangan data dari keluarga korban. Hingga saat ini, pihaknya telah menerima tujuh data antemortem.

“Keluarga yang sudah melaporkan ke posko antemortem sampai saat ini sebanyak tujuh keluarga,” kata Prima.

Ia menjelaskan kronologi kedatangan jenazah ke rumah sakit. Jenazah pertama tiba sekitar pukul 03.00 WIB.

Selanjutnya, jenazah kedua tiba pada pukul 07.00 WIB. Setelah itu, jumlah jenazah yang datang meningkat dalam waktu singkat.

“Terus jam 07.00 WIB tambah lagi dua, habis itu banyak brek-brek-brek gitu,” katanya.

Prima menyatakan pihaknya berupaya mempercepat proses identifikasi. Targetnya, seluruh identifikasi dapat diselesaikan dalam waktu dekat.

Namun, ia menegaskan proses DVI tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Ketelitian tetap menjadi prioritas utama dalam memastikan identitas korban.

“Kami usahakan selesai hari ini. Karena kan DVI kan enggak bisa (buru-buru), kadang-kadang nanti ada kesulitan yang lain,” kata dia.

Dalam proses identifikasi, tim menggunakan sejumlah metode. Di antaranya melalui foto korban yang memperlihatkan struktur gigi serta dokumen yang memiliki sidik jari seperti ijazah.

Seluruh proses ini dilakukan untuk memastikan keakuratan identitas korban. Jenazah nantinya akan diserahkan kepada keluarga setelah proses identifikasi dinyatakan lengkap.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

11 hours ago
12 hours ago
21 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago

LAINNYA
x
x