x

Komisi VI: Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Harus Dirombak Total, Jangan Ada Lagi Petani Menjerit

waktu baca 2 menit
Rabu, 22 Apr 2026 17:01 26 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi VI DPR RI Nasim Khan, mendesak pemerintah untuk melakukan perbaikan menyeluruh terhadap tata kelola pupuk bersubsidi guna menjamin penyaluran yang lebih tepat sasaran dan berkeadilan.

Nasim mengungkapkan bahwa permasalahan utama dalam tata kelola pupuk saat ini terletak pada belum sinkronnya sektor regulasi dan sisi distribusi.

PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai eksekutor distribusi dinilai perlu berkoordinasi lebih intensif dengan otoritas pertanian yang mengatur regulasi, agar alokasi pupuk benar-benar selaras dengan kebutuhan faktual di lapangan.

Oleh karenanya, efektivitas distribusi pupuk dinilai menjadi kunci utama kedaulatan pangan nasional dan kesejahteraan petani.

“Kami berharap ada perbaikan menyeluruh. Kuncinya adalah kebersamaan dan kesamaan niat,” ujar Nasim Khan di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

“Seluruh pemangku kepentingan harus duduk bersama untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada petani, bukan justru membebani mereka dengan batasan yang rumit,” tambah Nasim.

Nasim pun menyoroti urgensi penyempurnaan sistem data, khususnya pada aplikasi e-RDKK yang sering kali menjadi titik lemah dalam validitas data penerima pupuk.

Legislator Fraksi PKB itu juga mendesak penguatan fungsi pengawasan hingga tingkat daerah agar tidak ada lagi kebocoran alokasi pupuk yang seharusnya diterima oleh petani kecil.

“Kita memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Tapi kita juga harus tahu bagaimana mengelola dan memberdayakannya secara maksimal untuk mendukung kebutuhan nasional,” katanya.

Selain aspek distribusi, Nasim mendorong pemerintah untuk mulai mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik impor dengan mendorong produksi pupuk organik berbasis potensi lokal.

Langkah ini dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat sektor pertanian dalam negeri di tengah menutup pasokan global.

“Pengembangan pupuk organik harus menjadi fokus agar petani tidak selamanya bergantung pada impor,” tegas legislator asal Jawa Timur ini.

Untuk mewujudkan kebijakan yang lebih komprehensif dari hulu ke hilir, Nasim mendorong adanya kolaborasi lintas komisi di DPR RI, yakni antara Komisi IV (bidang pertanian) dan Komisi VI (bidang BUMN dan perdagangan).

“Kolaborasi ini dinilai krusial agar tidak ada lagi tumpang tindih kebijakan yang merugikan petani. Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan petani mendapatkan dukungan yang layak,” imbuhnya

“Dengan kerja bersama dan integrasi data yang akurat, saya yakin kedaulatan pangan dapat kita wujudkan tanpa perlu lagi mendengar keluhan kelangkaan pupuk di lapangan,” demikian Nasim.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

5 hours ago
8 hours ago
12 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x