x

Kemenperin Targetkan Porsi Pasar Ekspor Industri Naik Jadi 30 Persen

waktu baca 3 menit
Selasa, 9 Jun 2026 10:52 38 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Kemenperin menargetkan peningkatan ekspor manufaktur dengan menaikkan porsi pasar luar negeri dari 20 persen menjadi 30 persen tanpa mengurangi kemampuan industri dalam memenuhi kebutuhan nasional.

Dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa penjualan produk manufaktur saat ini masih didominasi pasar domestik. Sekitar 80 persen produksi ditujukan untuk kebutuhan dalam negeri, sementara 20 persen lainnya diekspor.

Ke depan, pemerintah menargetkan komposisi tersebut berubah menjadi 70 persen untuk pasar domestik dan 30 persen untuk pasar ekspor.

“Pasar domestik tetap menjadi kekuatan utama industri nasional. Namun ke depan, kita perlu memperkuat industri yang berorientasi ekspor agar penetrasi produk manufaktur Indonesia di pasar global semakin besar. Targetnya, komposisi yang saat ini sekitar 20 persen ekspor dan 80 persen domestik dapat meningkat menjadi 30 persen ekspor dan 70 persen domestik, tanpa mengurangi kemampuan industri memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri,” katanya.

Menurut dia, penguatan industri manufaktur yang berorientasi ekspor merupakan langkah penting untuk meningkatkan ketahanan sektor industri sekaligus memperluas akses produk Indonesia ke pasar internasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen. Pada periode yang sama, sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan 5,04 persen dan menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dengan kontribusi 19,07 persen atau senilai Rp1.179,62 triliun.

Dari sisi investasi, industri pengolahan membukukan realisasi investasi sebesar Rp182,04 triliun atau setara 36,49 persen dari total investasi nasional.

Sementara itu, nilai ekspor produk industri pengolahan sepanjang Januari-April 2026 mencapai 75,57 miliar dolar AS. Angka tersebut berkontribusi sebesar 82,01 persen terhadap total ekspor nasional.

Agus menegaskan bahwa peningkatan ekspor manufaktur harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga pasar domestik yang selama ini menjadi fondasi utama pertumbuhan industri nasional.

Karena itu, Kementerian Perindustrian terus memperkuat daya saing sektor industri melalui berbagai kebijakan, mulai dari pemberian insentif fiskal dan nonfiskal, pengendalian impor secara terukur, hingga penguatan instrumen perlindungan bagi industri dalam negeri.

Selain itu, Kemenperin juga mendorong implementasi skema Local Currency Settlement (LCS) sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat ketahanan industri nasional di tengah fluktuasi nilai tukar.

“Pemanfaatan Local Currency Settlement sebenarnya telah kami rekomendasikan sejak tahun 2023. Jauh sebelum terjadi tekanan pelemahan nilai tukar rupiah seperti yang kita hadapi saat ini. Perluasan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan internasional menjadi instrumen penting untuk mengurangi risiko nilai tukar sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi bagi pelaku industri nasional,” ujar Menperin.

Lebih lanjut, Menperin optimistis target kinerja program dan anggaran Kementerian Perindustrian pada 2026 dapat tercapai melalui pelaksanaan berbagai program prioritas.

Program tersebut mencakup hilirisasi industri, penguatan industri kecil dan menengah (IKM), pembangunan sumber daya manusia industri, transformasi menuju industri hijau, serta peningkatan produktivitas melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

22 hours ago
6 days ago
6 days ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit