Iran melancarkan serangan balasan ke lokasi-lokasi pangkalan militer AS yang ada di Kawasan. Foto: Dok. IRGC TODAYNEWS.ID – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menghancurkan sejumlah fasilitas strategis milik Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain dalam serangan terbarunya.
Dalam pernyataan resmi IRGC yang ke-28, menyebutkan bahwa aksi ini sebagai gelombang ke-19 dari “Operasi Nasr 2”, yang diklaim sebagai balasan atas serangan AS terhadap Iran sebelumnya.
Seperti dilaporkan kantor berita Iran pada Sabtu (18/7/2026), laporan itu menyebut bahwa sasaran serangan militer Iran meliputi dermaga bahan bakar armada AS di pelabuhan al-Ahmadi, Kuwait, serta titik perakitan pesawat tempur dan landasan pesawat musuh di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain.
Selain itu, IRGC juga mengaku telah menghantam pusat data intelijen Batelco di Bahrain serta berbagai fasilitas sinyal dan telekomunikasi Amerika di Kuwait dan Bahrain.
Melalui pernyataan tersebut, Angkatan Laut IRGC menegaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk perlawanan terhadap apa yang mereka sebut sebagai tindakan kriminal musuh.
Pihak IRGC juga memastikan bahwa kendali mereka atas Selat Hormuz tetap terjaga dengan kuat di tengah berlangsungnya operasi militer ini.