Ikan Tuna Jadi Unggulan Ekonomi Nelayan Lebak

0

“Produksi ikan tuna, cakalang, dan layur para nelayan Lebak masuk kategori terbaik, bahkan layak ekspor,” kata Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas Nelayan Kecil Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Rizal Ardiansyah, Rabu (7/12).

Menyajikan Fakta, Melengkapi Informasi

LEBAK – Tangkapan ikan tuna, cakalang, dan layur menjadi unggulan atau andalan nelayan pesisir selatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Perputaran uang dari tangkapan tersebut bisa mencapai 40 miliar setahun.

“Produksi ikan tuna, cakalang, dan layur para nelayan Lebak masuk kategori terbaik, bahkan layak ekspor,” kata Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas Nelayan Kecil Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Rizal Ardiansyah, Rabu (7/12).

Nelayan Kabupaten Lebak sangat diuntungkan denganmelimpahnya tangkapan ikan karena menyumbangkan pendapatan ekonomi masyarakat pesisir. Harga lelangikan tuna, cakalang, dan layur cukup tinggi hingga kisaran 60 ribu sampai 90 ribu/kilogram.

Biasanya, menurut Rizal, jika musim migrasi ikan-ikan kecil dari Benua Australia dan Afrika, dipastikan produksi tangkapan ikan melimpah. Hal ini mengingat Lebak Selatan berhadapan dengan Samudera Hindia yang kondisi lautnya terdalam. Ini menjadikan habitat populasi ikan tuna, cakalang, dan layur sangat baik.

“Bila musim migrasi ikan kecil terjadi dipastikan produksi ikan tuna, cakalang, dan layur mencapai puluhan ton/hari,” katanya. Rizal menambahkan, nelayan pesisir Lebak Selatan tercatat 3.600. Mereka biasanya melaut hanya enam bulan, sedangkanenam bulan lainnya tidak melaut akibat musim angin selatan dan angin barat.

Pada saat cuaca buruk, para nelayan perahu kincang maupun kapal berbobot 10 GT ke atas tidak berani melaut karena berbahaya. Mereka tidak mau mengalami kecelakaan. Adapunikan tuna, cakalang, dan layur juga diekspor. Rizal mengatakan ekspor melalui perusahaan dari Bali.

“Kami minta nelayan jika tangkapan ikan andalan melimpah, mesti menyisihkan keuntunganuntuk bekal hidup keluarga saat tidak melaut akibat cuaca buruk sehingga tidak terjerat utang,” ujar Rizal.

Iming (40), seorang nelayan TPI Binuangeun, Kabupaten Lebak, mengaku selama ini tangkapan ikan layur melimpah sehingga dapat membantu ekonomi keluarga. Bahkan, dirinya sejak tiga hari terakhir bisa menghasilkan pendapatan tujuh juta. “Semua ikan layur ditampung pedagang besar dan dipasok ke luar daerah,” katanya.

Menurut dia, selain ikan layur, beberapa jenis ikan lainnya, seperti tuna, cakalang, lemadang, kakap, tuna, libida, tongkol, dan kuwe juga laku keras di pasar. Saat ini,cuaca perairan Samudera Hindia relatif normal sehingga tangkapan ikan berhasil baik. Semua berjalan lancar. Selama ini,tangkapan ikan pesisir Lebak Selatan melimpah. Selain itu, nelayan menggunakan tangkapan ramah lingkungan.

“Kami yakin tangkapan ramah lingkungan tidak merusak habitat dan biota laut sehingga tangkapan melimpah terus, terutama ikan layur,” katanya.

UMK Cilegon Tertinggi

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar, telah menetapkan besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Provinsi Banten Tahun 2023 yang berada di rentang 2.944.665 (Kabupaten Lebak) hingga 4.657.222 (Kota Cilegon). “SK-nya sudah dikeluarkan Gubernur. Kota Cilegon paling tinggi,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten, Septo Kalnadi, di Serang, Rabu.

“Keputusan Gubernur Banten ini berlaku mulai 1 Januari 2023,” kata Septo menambahkan. UMK Banten sendiri naik kisaran 6,17 persen hingga 7,30 persen. Kenaikan tertinggi Kota Cilegon sebesar 7,3 persen dari 4.340.254 menjadi 4.657.222. Kenaikan terendah Kabupaten Lebak 6,17 persen dari 2.773.590 menjadi 2.944.665. (sat/ant)

About The Author

Menyajikan Fakta, Melengkapi Informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *