x

IHSG Menguat Tajam Dipicu Kesepakatan Damai AS-Iran

waktu baca 2 menit
Senin, 15 Jun 2026 19:58 51 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat seiring koreksi harga minyak mentah global yang dipicu oleh kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

IHSG ditutup naik 247,31 poin atau 4,12 persen ke posisi 6.254,97. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turut menguat 27,23 persen atau 4,56 poin ke posisi 624,68.

“K esepakatan damai Amerika Serikat (AS) dengan Iran dan koreksi harga minyak mendorong penguatan signifikan IHSG,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Ratna menjelaskan bahwa penguatan IHSG didorong oleh kabar tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang dijadwalkan akan ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6/2026).

Selain itu, optimisme terhadap kesepakatan damai tersebut serta kembali dibukanya jalur pelayaran di Selat Hormuz memicu koreksi harga minyak lebih dari 4 persen. Harga minyak WTI turun ke kisaran 80 dolar AS per barel, sedangkan Brent berada di sekitar 83 dolar AS per barel.

“Pelemahan harga minyak mentah dunia menjadi faktor positif karena meredakan tekanan inflasi dan potensi pelebaran defisit APBN,” ujar Ratna.

Untuk perdagangan Rabu (17/6/2026), Ratna memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang 6.150 hingga 6.400.

Sejak pembukaan perdagangan, IHSG langsung bergerak di zona hijau dan mampu mempertahankan penguatan hingga penutupan sesi pertama. Memasuki sesi kedua, indeks juga tetap bertahan di teritori positif sampai akhir perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak sepuluh sektor mencatatkan penguatan. Kenaikan tertinggi dipimpin sektor bahan baku yang melesat 7,28 persen, diikuti sektor industri sebesar 4,63 persen dan sektor keuangan yang naik 3,70 persen.

Adapun saham-saham yang mencatat kenaikan harga terbesar adalah TRON, BAJA, GPSO, BUKK, dan ATAP. Sementara itu, saham yang mengalami pelemahan terdalam meliputi ABDA, BCIC, ASPR, TMPO, dan DFAM.

Frekuensi perdagangan saham tercatat mencapai 3.258.808 kali transaksi dengan volume perdagangan sebanyak 54,61 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp30,14 triliun.

Sebanyak 603 saham menguat, 125 saham melemah, dan 90 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham bergerak variatif. Indeks Nikkei menguat 5,33 persen ke 69.537,00, indeks Shanghai naik 1,61 persen ke 4.096,47, sementara indeks Hang Seng melemah 0,50 persen ke 24.842,67 dan indeks Strait Times turun 1,02 persen ke 5.077,29.

Kondisi ini menunjukkan sentimen global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar saham, termasuk di Indonesia. Pelaku pasar kini akan mencermati perkembangan lanjutan dari kesepakatan damai AS-Iran serta arah pergerakan harga minyak dunia dalam beberapa hari ke depan.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

13 hours ago
17 hours ago
2 days ago
2 days ago
4 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor