x

IHSG Berpotensi Melemah, Pasar Wait and See Jelang Data Inflasi AS

waktu baca 3 menit
Selasa, 11 Agu 2026 15:36 53 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi bergerak melemah pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Pelaku pasar cenderung bersikap wait and see terhadap sejumlah sentimen global dan domestik.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi level teknikal serta perkembangan sentimen pasar. Investor juga mencermati sejumlah data ekonomi yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter global.

“Selama mampu kembali menembus dan kembali bertahan di atas 6.377, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.463-6.500, dengan target berikutnya sekitar 6.723,” ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Sebaliknya, Liza memperingatkan IHSG berisiko mengalami koreksi apabila bergerak di bawah level 6.299. Koreksi tersebut berpotensi berlanjut menuju level 6.264 dan kemudian 6.230.

Pada perdagangan Selasa pagi, IHSG dibuka menguat 18,44 poin atau 0,29 persen ke level 6.383,81. Sementara itu, indeks LQ45 naik 1,88 poin atau 0,30 persen menjadi 636,01.

Dari eksternal, pelaku pasar tengah menanti rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat periode Juli 2026 pada Rabu (12/8/2026). Data inflasi tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed.

Pasar memperkirakan inflasi tahunan AS pada Juli 2026 melambat menjadi 3,4 persen dari 3,5 persen pada Juni 2026. Ekspektasi tersebut turut menjadi perhatian setelah data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan.

Liza mengatakan laporan tenaga kerja Juli 2026 menunjukkan penurunan 23.000 pekerjaan. Selain itu, terdapat revisi data payroll Mei-Juni 2026 sebesar 103.000 pekerjaan.

Kondisi tersebut membuat pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026. Karena itu, data CPI Juli akan menjadi indikator penting untuk membaca arah kebijakan moneter AS selanjutnya.

Sentimen global juga datang dari meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Iran menolak pembicaraan langsung dengan AS dan menetapkan sejumlah syarat untuk pembukaan kembali Selat Hormuz, termasuk pencabutan sanksi dan penghentian blokade laut.

“Ketidakpastian tersebut meningkatkan risiko terhadap kelancaran jalur perdagangan energi global,” ujar Liza.

Dari dalam negeri, pelaku pasar turut mencermati penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2026 menjadi 116,8 dari 117,8 pada bulan sebelumnya. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga turun menjadi 125,7 dari 126,4.

Meski masih berada di zona optimistis, penurunan tersebut menunjukkan konsumen mulai lebih berhati-hati terhadap prospek pendapatan, lapangan kerja, dan daya beli. Porsi pendapatan untuk cicilan juga meningkat menjadi 10,5 persen dari sebelumnya 10 persen.

Sementara porsi konsumsi naik tipis menjadi 73 persen dari 72,7 persen. Kondisi tersebut mengindikasikan ruang belanja masyarakat mulai terbatas dan menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pelaku pasar.

Dari sisi kebijakan moneter domestik, Presiden Prabowo Subianto telah mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif kepada DPR. Destry saat ini menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.

Pada perdagangan Senin (10/8/2026), bursa Eropa bergerak variatif. Indeks FTSE 100 Inggris turun 0,35 persen, DAX Jerman relatif datar di level 26.320, CAC 40 menguat 0,1 persen, sedangkan Euro Stoxx naik tipis 0,03 persen.

Sementara itu, bursa saham regional Asia pada Selasa pagi bergerak beragam. Nikkei menguat 2,08 persen ke 66.970,22, Shanghai turun 0,11 persen ke 3.962,56, Hang Seng melemah 0,45 persen ke 25.818,00, Kospi naik 0,76 persen ke 6.347,60, dan Strait Times menguat 0,83 persen ke 5.746,38.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

5 hours ago
12 hours ago
2 days ago
4 days ago
5 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor