Anggota Komisi XI DPR RI Amin Ak. Foto: Dok Fraksi PKS TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak, mendorong Indonesia untuk bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi produsen, investor, dan pusat pembiayaan syariah dunia.
Ia menekankan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar perbankan atau sertifikasi halal, melainkan mencakup industri pangan, kosmetik, fesyen, pariwisata, hingga pembiayaan infrastruktur.
“Keberhasilan ekonomi syariah bukan dilihat dari berapa banyak bank syariah atau sertifikat halal yang terbit. Yang penting itu seberapa besar dampaknya mulai dari membuka lapangan kerja, mendongkrak ekspor, menarik investasi, dan membuat ekonomi tumbuh berkualitas,” kata Amin dalam keterangannya, pada Jumat (7/8/2026).
Menurut Amin, tantangan terbesar saat ini adalah menyalurkan pembiayaan syariah ke sektor riil, seperti hilirisasi industri, pertanian modern, energi terbarukan, dan UMKM.
Menurut Amin, Indonesia punya potensi yang jauh lebih besar asal mau membangun ekosistemnya secara menyeluruh, dari sektor keuangan sampai industri halal.
Amin juga menilai rencana pembentukan Pusat Finansial Indonesia Internasional (PFII) sebagai momentum emas. Ia membandingkannya dengan pusat keuangan syariah dunia yang sudah lebih dulu sukses, seperti Dubai International Financial Centre, Doha, Kuala Lumpur, dan Bahrain.
Meski begitu, menurutnya Indonesia tidak perlu meniru mentah-mentah, cukup membangun keunggulan sesuai karakter sendiri.
“PFII jangan hanya menjadi tempat transaksi keuangan biasa. PFII harus punya identitas kuat sebagai pusat keuangan syariah modern yang menyatu dengan industri halal nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Amin mengingatkan bahwa PFII tidak akan berhasil hanya dengan modal insentif pajak atau membangun gedung mewah dan ekonomi syariah jangan diposisikan cuma sebagai urusan agama.
Menurutnya ini harus menjadi strategi ekonomi nasional untuk memperluas investasi, memperkuat industri, mendongkrak daya saing ekspor, dan menciptakan pertumbuhan yang lebih merata.
“Kalau PFII berhasil jadi hub keuangan syariah internasional, Indonesia punya peluang besar jadi pusat gravitasi baru ekonomi syariah dunia, bukan cuma karena jumlah penduduk muslimnya, tapi karena kualitas ekosistem yang dibangun,” pungkasnya.