x

DPR Desak Evaluasi Total Program Internship Dokter Usai Tragedi Kalibata City

waktu baca 2 menit
Selasa, 28 Jul 2026 23:57 27 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad, mendesak kepolisian mengusut tuntas kematian dokter internship, Siti Zahra Maghfira, yang ditemukan tewas setelah jatuh dari lantai 18 Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/7/2026).

Habib Syarief menegaskan, penyelidikan menyeluruh sangat penting untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, baik karena murni kecelakaan maupun dugaan sengaja mengakhiri hidup.

“Harus dipastikan apakah korban meninggal akibat terpeleset dan jatuh, atau memang sengaja mengakhiri hidupnya. Jika benar bunuh diri, faktor pendorong di baliknya juga harus diungkap secara terang-benderang,” kata Habib Syarief dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

Sebagai informasi, almarhumah diketahui tengah menjalani Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat.

Menurut legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat I itu, kejelasan fakta hukum sangat krusial guna mencegah munculnya spekulasi liar di tengah masyarakat sekaligus memberikan keadilan bagi keluarga korban.

Selain menuntut pengusutan kasus, Habib Syarief menyoroti data dari Asosiasi Program Internsip Dokter Indonesia dan Program Internsip Dokter Gigi Indonesia (Asosiasi PIDI-PIDGI).

Pasalnya, data tersebut mencatat bahwa sedikitnya enam dokter internship meninggal dunia dalam kurun waktu Februari hingga Juli 2026.

Ia menegaskan, rentetan kematian ini tidak bisa lagi dipandang sebagai insiden tunggal atau peristiwa yang berdiri sendiri.

“Enam dokter internship meninggal hanya dalam waktu sekitar lima bulan merupakan angka yang sangat memprihatinkan. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak karena besar kemungkinan ada persoalan yang lebih mendasar dalam sistem pendidikan dan pelaksanaan program internship dokter,” ujarnya.

Karena itu, Habib Syarief mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pendidikan kedokteran, khususnya program internship.

“Evaluasi total harus dilakukan. Pemerintah harus mengkaji apakah beban kerja, sistem pembinaan, kesehatan mental peserta, lingkungan kerja, hingga mekanisme pendampingan selama menjalani internship sudah berjalan dengan baik. Jangan sampai ada persoalan sistemik yang selama ini luput dari perhatian,” tegasnya.

Atas dasar itu, Komisi X DPR meminta pemerintah segera menggelar evaluasi total terhadap pelaksanaan program pendidikan profesi kedokteran, khususnya fase internship.

Ia menekankan agar evaluasi tersebut mencakup peninjauan beban kerja, sistem pembinaan, fasilitas kesehatan mental, lingkungan kerja, hingga mekanisme pendampingan peserta di lapangan.

“Program internship bertujuan mencetak dokter yang profesional dan kompeten, bukan justru menempatkan peserta pada kondisi yang mengancam keselamatan jiwa. Karena itu, hasil evaluasi harus melahirkan perbaikan nyata agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

8 hours ago
2 days ago
3 days ago
6 days ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor