x

Dishub DKI Panggil 19 Pengelola Depo Peti Kemas Usai Kemacetan Parah di Cakung

waktu baca 2 menit
Kamis, 23 Jul 2026 12:24 32 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Dishub DKI Jakarta memanggil 19 pengelola depo peti kemas di Jakarta Timur dan Jakarta Utara sebagai tindak lanjut atas kemacetan parah yang terjadi di Simpang Kolong Cakung. Langkah tersebut diambil untuk mencari solusi bersama agar antrean truk kontainer menuju depo tidak lagi memicu kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.

“Iya, jadi hari ini kita akan panggil seluruh depo yang ada di sekitar sini. Ini jumlahnya ada 19. Di Jakarta Timur ada tujuh, di Utara ada 12. Kita akan rapatkan dengan para depo itu semua,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin di Jakarta, Kamis.

Menurut Budi, kemacetan dipicu tingginya volume peti kemas impor yang tidak diimbangi dengan arus ekspor sehingga terjadi penumpukan di sejumlah depo. Kondisi tersebut membuat kapasitas penyimpanan yang tersedia saat ini tidak lagi mampu menampung lonjakan peti kemas.

“Peti kemas yang datang banyak, sedangkan yang diangkut kurang. Sehingga itu jadi penumpukan. Dan ini sudah overload (kelebihan muatan), sehingga ditaruh di depo-depo yang ada saat ini,” jelas Budi.

Di sisi lain, truk pengangkut terus berdatangan untuk mengantar maupun mengambil peti kemas kosong. Akibatnya, antrean kendaraan semakin panjang dan memadati akses menuju kawasan depo.

“Nah, di satu sisi para truk ini juga ingin masuk membawa peti kemas yang kosong. Akhirnya menumpuklah di situ,” ucap Budi.

Untuk mencegah persoalan serupa terulang, Dishub DKI akan meminta pengelola terminal peti kemas meningkatkan batas kapasitas penumpukan. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko kepadatan saat terjadi lonjakan volume peti kemas.

“Ini yang kami juga akan meminta ke depannya agar batas kapasitasnya bisa ditingkatkan. Seperti itu. Kalau memang saat ini kan 65 persen, bisa 75 atau 85 persen Sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Budi.

Selain itu, Dishub DKI juga menerapkan rekayasa lalu lintas dengan menutup sementara putaran Cakung di kawasan Cakung-Cilincing guna mengurangi kepadatan kendaraan, terutama antrean truk kontainer.

Budi mengatakan arus kendaraan dialihkan menuju Terminal Tanah Merdeka yang dinilai memiliki area tunggu lebih memadai dibandingkan badan jalan. Terminal tersebut mampu menampung sekitar 200 truk kontainer sehingga pengemudi dapat beristirahat atau menunggu hingga kondisi lalu lintas kembali normal maupun waktu yang tepat untuk melanjutkan perjalanan.

Ia juga mengimbau para pengemudi truk kontainer yang hendak melakukan putar arah agar mengikuti pengalihan arus yang telah disiapkan petugas menuju putaran alternatif maupun ke Terminal Tanah Merdeka.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

16 hours ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor