Laporan: Asep Awaludin
Terduga pelaku penyerangan dan penjarahan bus EPA U-18 Persib ditangkap polisi. (Video netizen) TODAYNEWS.ID – Polisi berhasil menangkap satu orang terduga pelaku penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) U-18 Persib Bandung di Rest Area KM 360, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10) malam.
Pria berinisial BPA (33), warga Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat itu ditangkap di Gerbang Tol Cikarang Utama saat hendak melarikan diri menuju Jakarta.
Dari tangan terduga pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa batu berukuran besar, minuman keras jenis arak Bali, serta pakaian yang diduga digunakan saat kejadian.
Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono menjelaskan, penyerangan bermula saat rombongan Persib Bandung U-18 berhenti untuk beristirahat di rest area tersebut sekitar pukul 21.30 WIB. Mereka sedang dalam perjalanan pulang ke Bandung setelah bertanding di Stadion Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo.
Di lokasi yang sama, terdapat sekelompok suporter dari tim lain yang sehari sebelumnya menonton pertandingan di Yogyakarta.
“Saat sedang singgah, tiba-tiba dihampiri oleh seseorang yang menanyakan apakah bus ini rombongan pemain Persib dan orang tersebut memanggil teman-temannya dan melakukan pengerusakan,” jelas Warsono.
Situasi kemudian memanas hingga terjadi penyerangan fisik terhadap ofisial tim dan pelemparan batu ke arah bus pemain. Sejumlah koper yang berada di bagasi bus juga dilaporkan hilang setelah diduga diambil pelaku.
Akibat kejadian tersebut, seorang ofisial tim mengalami luka memar di bagian kepala. Selain itu, kaca bus pecah akibat lemparan batu dan sejumlah koper dilaporkan hilang.
Kasatreskrim Polresta Batang Kompol Bintoro Thio Pratama mengatakan, penangkapan dilakukan setelah Satreskrim Polresta Batang menelusuri rekaman CCTV dan memeriksa sejumlah saksi. BPA akhirnya diamankan di Gerbang Tol Cikarang Utama.
Saat ini, penyidik masih mendalami kasus tersebut dan memburu pihak lain yang diduga terlibat. Polisi juga masih menginventarisasi laporan mengenai dugaan kehilangan sejumlah koper milik rombongan Persib.
Pihaknya menegaskan bahwa proses hukum akan terus berjalan berdasarkan bukti dan keterangan saksi.
Editor: Azis Arriadh