x

PSSI Kecam Dugaan Penyerangan Persib U-18, Minta Polisi Tangkap Pelaku

Laporan: Afrizal Ilmi

waktu baca 3 menit
Senin, 12 Okt 2026 18:00 20

TODAYNEWS.ID – Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengecam dugaan penyerangan terhadap rombongan Persib Bandung U-18 di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah. PSSI meminta kepolisian mengusut tuntas insiden yang dilaporkan terjadi setelah tim muda Persib mengikuti turnamen Elite Pro Academy (EPA) di Surakarta, Minggu (11/10/2026).

Yunus menyayangkan kekerasan yang diduga menimpa pemain muda, ofisial, dan pekerja media dalam rombongan tersebut. Menurut dia, rivalitas sepak bola tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan tindakan kriminal.

Insiden itu terjadi saat rombongan Persib U-18 melakukan perjalanan pulang setelah mengikuti pertandingan di Lapangan Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Rombongan dilaporkan mengalami penyerangan ketika berada di Rest Area Batang KM 360.

Akibat kejadian tersebut, seorang personel media Persib dilaporkan mengalami kekerasan fisik. Bus yang digunakan rombongan EPA Persib juga mengalami kerusakan, sedangkan sejumlah koper milik ofisial dan pemain diduga dijarah.

Yunus menegaskan keselamatan seluruh insan sepak bola harus menjadi prioritas. Hal itu mencakup pemain, ofisial, pekerja media, perangkat pertandingan, hingga suporter tim nasional maupun klub.

“PSSI menegaskan bahwa keselamatan seluruh insan sepak bola, termasuk suporter tim nasional maupun klub, harus menjadi prioritas. Sejalan dengan komitmen bersama FIFA, setiap orang yang datang untuk menonton sepak bola harus dapat pulang ke rumah dengan selamat,” kata Yunus di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Dia mengaku prihatin karena dugaan kekerasan tersebut menimpa pemain muda yang masih mengikuti kompetisi pembinaan. Yunus menilai para pemain U-18 seharusnya dapat berkompetisi dan mengembangkan kemampuan tanpa harus berhadapan dengan kekerasan akibat rivalitas antarsuporter.

“Anak-anak ini tidak tahu apa-apa tentang rivalitas. Mereka murni bermain bola dengan semangat untuk kepentingan pribadi, kepentingan klub, dan kepentingan sepak bola nasional yang seharusnya dihargai oleh siapa pun, walaupun itu suporter lawan,” ujarnya.

PSSI menyatakan akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut. Yunus meminta aparat mengidentifikasi pihak yang terlibat dan memproses dugaan tindak pidana sesuai ketentuan hukum.

“PSSI akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap, mencari, menangkap, serta memberikan sanksi yang seberat-beratnya,” kata Yunus.

Menurut Yunus, sepak bola semestinya menjadi ruang yang aman bagi semua orang, baik yang terlibat langsung dalam pertandingan maupun yang datang untuk menyaksikannya. Ia mengingatkan bahwa tanpa kesadaran bersama, kekerasan akan terus menghambat upaya menciptakan sepak bola Indonesia yang damai.

“Kalau seperti ini ulah-ulah suporter, tidak akan ada damai di sepak bola kita. Bayangkan saja, anak-anak Elite Pro Akademi yang masih usia dini dibuat seperti ini oleh suporter,” tuturnya.

Selain meminta kepolisian melakukan penyelidikan menyeluruh, PSSI juga meminta I.League dan klub terkait mengambil tindakan tegas atas insiden tersebut. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan dugaan kekerasan ditangani dan tidak dianggap sebagai bagian yang wajar dari rivalitas sepak bola.

Yunus kembali mengingatkan bahwa rivalitas seharusnya berlangsung secara sportif di lapangan, bukan berlanjut menjadi kekerasan di luar pertandingan. Ia meminta suporter menerima hasil pertandingan dengan dewasa, baik ketika tim yang didukung meraih kemenangan maupun mengalami kekalahan.

“Kita juga berharap bahwa, ya, harus diakui rivalitas itu hanya 45 kali 2, itu pun cukup hanya ada di pemain. Suporter, ya, menang bersyukur, kalah harus diterima, dan tidak ada rivalitas yang ekstrem seperti ini,” tegasnya.

PSSI berharap kepolisian segera mengungkap kronologi kejadian dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Penanganan kasus tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap pemain usia muda dan seluruh pihak yang terlibat dalam sepak bola Indonesia.

 

Editor: Aziz Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 days ago
6 days ago
1 week ago
2 weeks ago
2 weeks ago
2 weeks ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor