x

BNPB Petakan Wilayah Terdampak Gempa M 7,7 NTT dari Udara

waktu baca 3 menit
Rabu, 26 Agu 2026 11:58 28 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan survei udara untuk memantau kondisi wilayah terdampak gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Survei dilakukan untuk memetakan dampak gempa dan tsunami sekaligus menentukan jalur distribusi bantuan.

Adapun Helikopter BNPB mulai melakukan penyisiran wilayah Flores pada Jumat (21/8) lalu dari Labuan Bajo, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada hingga Nagekeo.

Pemantauan udara dilakukan pada hari ketujuh pascagempa oleh Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari. Dari udara, tim memantau kondisi lanskap, jalur darat, hingga permukiman warga yang berada di wilayah perbukitan.

Abdul mengatakan survei juga dilakukan untuk memvalidasi laporan masyarakat dan pemerintah daerah terkait adanya sejumlah titik yang terdampak landaan tsunami cukup signifikan di wilayah pesisir.

“Ini kita lakukan mapping, sudah selesai kita lakukan. Kita berangkat dari Labuan Bajo, kemudian pesisir utara, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, hingga Nagekeo,” kata Abdul dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).

Helikopter terbang pada ketinggian sekitar 25-30 meter di atas permukaan tanah. Dari ketinggian tersebut, kondisi daratan dan wilayah terdampak dapat terlihat secara jelas.

“Kita buat foto secara singkat, secara rangkaian supaya nanti kita bisa melihat secara utuh kawasan terdampak dari kawasan pesisir hingga daratan,” ujarnya.

Petakan Jalur Distribusi Bantuan

Selain memetakan dampak bencana, survei udara dilakukan untuk menentukan jalur distribusi bantuan ke masyarakat. BNPB juga mengidentifikasi titik-titik yang memungkinkan digunakan sebagai lokasi penurunan bantuan menggunakan helikopter.

Dari hasil pemantauan, terdapat sejumlah wilayah yang sulit dijangkau kendaraan roda empat. Salah satunya permukiman warga yang berada di puncak bukit.

“Kondisi seperti ini tentu cukup sulit jika dikejar dengan truk logistik atau mobil angkut yang membawa bantuan hingga 1 ton. Jadi untuk daerah-daerah ini akan kita optimalkan dengan dropping logistik via udara,” jelas Abdul.

Dampak Tsunami Dinilai Minor

Abdul mengatakan dampak tsunami akibat gempa M 7,7 secara umum tergolong minor. Meski begitu, terdapat sejumlah titik dengan kondisi topografi berupa cekungan dan teluk yang berpotensi memperkuat gelombang tsunami.

“Secara umum dampak tsunami pada peristiwa gempa dengan magnitudo 7,7 kali ini itu minor. Sekali lagi dampak tsunami itu minor,” katanya.

Menurutnya, terdapat sejumlah rumah yang secara visual terlihat berpotensi terdampak landaan tsunami. Namun, dampaknya tidak terjadi dalam skala kawasan permukiman yang luas.

“Yang sifatnya hamparan, kita melihat hanya di dua titik. Itu di posisi Riung dan perbatasan antara Riung dan Nagekeo,” ujarnya.

BNPB menilai wilayah hamparan yang berpotensi terdampak tsunami sebagian besar dimanfaatkan warga sebagai tambak. Dengan kondisi tersebut, dampak terhadap permukiman dan masyarakat dinilai tidak terlalu signifikan.

Setelah gempa M 7,7 terjadi pada Sabtu (15/8) mengguncang NTT, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan informasi peringatan dini tsunami berdasarkan hasil pemodelan. Status peringatan tersebut kemudian berakhir setelah beberapa waktu.

BNPB selanjutnya akan memperkuat hasil survei udara dengan survei darat. Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan pemetaan yang lebih lengkap terkait dampak gempa dan tsunami.

“Kami juga sempat membuat foto udara untuk daerah-daerah terdampak, kerusakan-kerusakan rumah dan seterusnya. Itu benar-benar kita akan optimalkan operasi udara untuk dropping logistik sebagaimana yang kita lakukan di tempat-tempat lain di mana akses darat cukup sulit untuk dilakukan,” pungkas Abdul.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor