Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah. Foto: Istimewa TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck, mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan perhatian serius terhadap keselamatan perlintasan kereta api di Sumatera Utara (Sumut).
Desakan tersebut disampaikannya langsung dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Menteri Perhubungan di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Dalam rapat tersebut, Anggota DPR Dapil Sumut I itu menyoroti masih banyaknya perlintasan kereta api di wilayahnya yang belum dilengkapi palang pintu. Menurut Ijeck, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas di jalur perlintasan sebidang.
“Saya mau minta perhatian terkait perlintasan kereta api yang ada di Sumatera Utara. Banyak jalur-jalur perlintasan kereta yang tidak ada palang,” kata Ijeck di ruang rapat Komisi V DPR.
Selain minimnya fasilitas palang pintu, ia juga menyoroti faktor pengawasan di lapangan. Menurutnya, pada sejumlah perlintasan yang telah memiliki palang, petugas penjaga terkadang kurang optimal dalam menjalankan tugasnya.
Ijeck mengingatkan bahwa kecelakaan di perlintasan kereta api masih kerap terjadi di Sumut. Ia mencontohkan insiden yang terjadi di Kota Tebing Tinggi pada Januari 2026 yang mengakibatkan kecelakaan di perlintasan kereta api.
“Kalaupun yang ada palangnya, terkadang petugasnya tidak konsen menjaga itu. Januari 2026 lalu terjadi kecelakaan di perlintasan kereta di daerah Kota Tebing Tinggi, dan beberapa waktu sebelumnya juga terjadi kejadian serupa,” ujarnya.
Legislator dari Fraksi Partai Golkar itu juga menyinggung kecelakaan kereta api yang sempat menjadi perhatian publik beberapa hari terakhir.
Menurutnya, insiden tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan aspek keselamatan transportasi perkeretaapian.
Karena itu, Ijeck berharap Kementerian Perhubungan dapat mempercepat penyediaan palang pintu di titik-titik perlintasan yang belum memiliki fasilitas keselamatan memadai. Ia juga meminta peningkatan pengawasan terhadap petugas penjaga perlintasan guna meminimalkan potensi kecelakaan.
“Kami harapkan ini menjadi perhatian Kementerian Perhubungan, kaitannya dengan perlintasan kereta api yang harus benar-benar diperhatikan. Adanya palang dan petugas yang siaga di lapangan sangat penting untuk keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Untuk itu, ia berharap langkah perbaikan dapat segera dilakukan agar keselamatan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api di Sumatera Utara semakin terjamin di masa mendatang.