x

Amerika Serikat Kalah Telak dalam MoU Terbaru dengan Iran

waktu baca 3 menit
Jumat, 19 Jun 2026 07:24 29 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Amerika Serikat dan Iran resmi memasuki babak baru hubungan bilateral setelah kedua negara menandatangani nota kesepahaman (MoU) perdamaian secara elektronik. Dokumen tersebut menjadi landasan penghentian konflik dan pembukaan jalur negosiasi menuju kesepakatan permanen.

Detail kesepakatan yang terdiri dari 14 poin lebih dulu dipublikasikan oleh pejabat Amerika Serikat sebelum seremoni resmi yang semula dijadwalkan berlangsung di Swiss. Penandatanganan dilakukan secara digital oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Dalam klausul pertama, kedua negara menyatakan penghentian segera dan permanen seluruh operasi militer di berbagai front konflik. Mereka juga berjanji tidak akan memulai perang maupun menggunakan ancaman kekerasan terhadap satu sama lain.

Kesepakatan tersebut turut menekankan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing negara. Selain itu, Lebanon mendapat perhatian khusus karena disebut beberapa kali dalam poin utama MoU.

AS dan Iran juga sepakat memulai perundingan lanjutan guna mencapai kesepakatan final dalam waktu maksimal 60 hari. Tenggat itu dapat diperpanjang apabila kedua pihak menyetujui kebutuhan tambahan waktu negosiasi.

Salah satu poin penting dalam dokumen tersebut adalah komitmen Washington untuk mengakhiri blokade laut terhadap Iran. Proses pencabutan blokade dijadwalkan berlangsung bertahap dan ditargetkan selesai dalam 30 hari.

Sebagai imbalannya, Iran berjanji memastikan kelancaran lalu lintas kapal dagang dari Teluk Persia menuju Laut Oman. Teheran juga akan berkoordinasi dengan Oman dan negara-negara pesisir lain terkait pengelolaan masa depan Selat Hormuz.

Kesepakatan itu turut memuat rencana rekonstruksi ekonomi Iran dengan nilai sedikitnya 300 miliar dolar AS. Pemerintah AS berkomitmen memberikan lisensi dan izin yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Washington juga berjanji mengakhiri berbagai sanksi terhadap Iran sesuai jadwal yang akan disepakati dalam negosiasi lanjutan. Langkah itu mencakup sanksi unilateral AS maupun pembahasan terkait resolusi internasional yang selama ini membatasi aktivitas ekonomi Iran.

Di sektor nuklir, Iran kembali menegaskan tidak akan mengembangkan maupun memperoleh senjata nuklir. Kedua negara juga sepakat membahas mekanisme pengelolaan bahan nuklir yang diperkaya di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei memastikan dokumen tersebut telah resmi ditandatangani secara elektronik oleh kedua pihak. Ia menyatakan, “Perjanjian tersebut kini telah secara resmi ditandatangani oleh kedua belah pihak secara elektronik.”

Gedung Putih juga mengonfirmasi bahwa Presiden Donald Trump telah menandatangani memorandum tersebut. Seorang pejabat AS menjelaskan dokumen itu sebelumnya telah lebih dulu ditandatangani secara digital oleh Wakil Presiden JD Vance dan kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

Baghaei menegaskan penghentian perang dan stabilitas kawasan menjadi prioritas utama dalam tahap awal implementasi kesepakatan. Ia menyebut pemerintah Iran sengaja memfokuskan perundingan pada upaya mengakhiri konflik terlebih dahulu sebelum membahas isu lain yang lebih kompleks, termasuk program nuklir.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

12 hours ago
21 hours ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor