x

DPR Apresiasi Pengungkapan Penyelundupan 1 Ton Ketamin oleh Polri

Laporan: Afrizal Ilmi

waktu baca 4 menit
Minggu, 25 Okt 2026 11:00 35

TODAYNEWS.ID — Wakil Ketua Komisi III DPR RI Moh. Rano Alfath mengapresiasi pengungkapan dugaan penyelundupan sekitar satu ton ketamin menggunakan kapal tanker MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.

Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya penegakan hukum berbasis intelijen dan sinergi lintas instansi dalam memberantas peredaran narkoba.

Kapal berbendera Mongolia itu diamankan melalui operasi gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan delapan awak kapal.

Rano menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto beserta jajaran yang terlibat dalam pengungkapan kasus tersebut. Menurutnya, penindakan dalam jumlah besar itu menunjukkan upaya pemberantasan narkoba melalui kerja konkret aparat penegak hukum.

“Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kapolri atas komitmen dan kesungguhannya dalam memberantas peredaran narkoba. Pengungkapan dalam jumlah besar ini merupakan capaian penting yang menunjukkan bahwa perhatian Kapolri terhadap ancaman narkoba diwujudkan melalui kerja penegakan hukum yang konkret, terukur, dan melibatkan sinergi antarinstansi,” ujar Rano, dikutip Minggu (25/10/2026).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari daerah pemilihan Banten III itu menilai pengungkapan penyelundupan melalui jalur laut membutuhkan kemampuan deteksi, analisis intelijen, dan koordinasi operasional yang kuat. Ia juga mengapresiasi ketelitian aparat dalam mengembangkan informasi dari perkara sebelumnya untuk melacak pergerakan kapal.

Berdasarkan penjelasan Kapolri, pemantauan terhadap MT Global 168 telah berlangsung sejak Agustus 2026. Identitas kapal terungkap melalui dokumen docking yang ditemukan dalam pengungkapan kapal lain sebelumnya.

Aparat kemudian mendalami anomali pergerakan dan identitas kapal, termasuk indikasi pemadaman sistem identifikasi otomatis atau Automatic Identification System (AIS). Indikasi tersebut ditemukan saat diduga terjadi pemindahan muatan antarkapal di Laut Andaman.

Rano menilai langkah tersebut memperlihatkan pentingnya penyidikan berkelanjutan yang memanfaatkan informasi intelijen. Ia mendukung penguatan pendekatan tersebut agar aparat dapat mengantisipasi perubahan modus operandi sindikat penyelundupan.

“Ketelitian membaca pola pergerakan kapal dan mengembangkan informasi dari pengungkapan sebelumnya patut mendapat penghargaan. Ini memperlihatkan pentingnya penyidikan yang berkesinambungan dan penindakan berbasis intelijen,” kata Rano.

Lebih lanjut, Rano mengaitkan pengungkapan kasus tersebut dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” yang digagas Suyudi Ario Seto. Menurutnya, keberhasilan kepolisian harus tercermin dalam perlindungan nyata terhadap masyarakat dari ancaman kejahatan narkoba.

“Bagi saya, inilah wujud nyata Polisi Bersama Masyarakat. Kehadiran polisi dirasakan ketika negara mampu mencegah zat berbahaya beredar, melindungi anak-anak dari ancaman penyalahgunaan narkoba, dan menjaga keluarga dari dampak sosialnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kedekatan polisi dengan masyarakat perlu diperkuat melalui saluran pelaporan yang mudah diakses, perlindungan terhadap pemberi informasi, serta tindak lanjut laporan secara profesional. Rano menilai kepercayaan publik menjadi modal penting untuk memperluas kemampuan deteksi dan pencegahan peredaran narkoba.

Meski mengapresiasi penindakan tersebut, Rano meminta aparat melanjutkan penyidikan hingga mengungkap struktur jaringan di balik dugaan penyelundupan. Pengusutan, menurutnya, perlu mencakup pengendali, pemodal, pemasok, penerima, hingga aliran dana yang menopang kegiatan tersebut.

“Keberhasilan ini memberikan landasan kuat untuk membongkar jaringan secara lebih mendalam. Ukuran keberhasilan pemberantasan narkoba juga perlu mencakup kemampuan melumpuhkan pembiayaan, memutus jalur distribusi, dan mencegah jaringan kembali beroperasi,” tegasnya.

Rano juga mendorong penguatan pertukaran informasi lintas negara, integrasi pengawasan maritim, serta penelusuran aset yang diduga berasal dari tindak pidana. Ia menekankan bahwa seluruh langkah tersebut harus didasarkan pada alat bukti, disertai pengelolaan barang bukti yang akuntabel dan penghormatan terhadap proses hukum.

“Kami mendukung ketegasan Kapolri yang disertai profesionalitas dan akuntabilitas. Setiap pihak yang terbukti terlibat harus diproses tanpa pandang bulu. Apabila ditemukan pihak yang memfasilitasi atau memberikan perlindungan terhadap jaringan, keterlibatannya juga harus diusut secara tuntas,” katanya.

Selain penindakan, Rano berharap pemberantasan narkoba diikuti kebijakan pencegahan, edukasi masyarakat, dan akses rehabilitasi sesuai kebutuhan serta ketentuan hukum. Ia menilai langkah tersebut penting agar upaya penegakan hukum berjalan beriringan dengan perlindungan masyarakat.

“Apresiasi ini sekaligus menjadi dukungan agar Kapolri dan seluruh jajaran terus konsisten. Kerja keras petugas di lapangan serta kolaborasi Polri, BNN, Bea Cukai, dan unsur terkait patut kita hargai,” pungkasnya.

 

Editor: Aziz Arriadh

Pilkada & Pilpres

LAINNYA