x

Prabowo Minta Kabinet Lebih Berani: Jangan Terjebak Menyenangkan Semua Pihak

Laporan: Dhanis

waktu baca 3 menit
Kamis, 22 Okt 2026 09:18 27

TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya di kabinet merah putih bersikap lebih berani dan tegas dalam menghadapi berbagai tantangan, terutama yang berkaitan dengan perlindungan kekayaan nasional.

Ia mengingatkan bahwa pemerintah tidak boleh terjebak pada keinginan menyenangkan semua pihak ketika kepentingan bangsa harus diperjuangkan.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pengantar dalam Sidang Kabinet Paripurna bertajuk 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Menurut Prabowo, mandat rakyat menuntut pemerintah mengambil sikap tegas dalam menghadapi persoalan nasional. Ia menilai kondisi saat ini mengharuskan negara berani menghadapi kenyataan, termasuk ketika keputusan yang diambil tidak selalu menyenangkan semua pihak.

“Kita menerima mandat dari rakyat dalam situasi dan waktu yang memaksa kita untuk menghadapi tantangan-tantangan dan kesulitan-kesulitan dengan berani. Kita tidak bisa lagi menghadapinya dengan terlalu naif atau terlalu berusaha untuk menyenangkan orang lain,” kata Prabowo.

Ia menegaskan, tujuan utama dari sikap tersebut adalah memastikan kekayaan bangsa tidak terus dirugikan dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Indonesia.

“Kita dipaksa sekarang untuk memilih menghadapi kesulitan, menghadapi kenyataan yang intinya adalah menyelamatkan kekayaan bangsa dan rakyat Indonesia,” lanjutnya.

Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Apresiasi Kabinet

Di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih, Prabowo juga menekankan bahwa jabatan di pemerintahan merupakan amanah yang menuntut pengorbanan dan dedikasi. Ia menyebut keterlibatan para menteri dalam pemerintahan sebagai bagian dari tanggung jawab sejarah untuk mengabdi kepada bangsa.

Presiden mengapresiasi kerja bersama para anggota kabinet selama dua tahun pertama pemerintahannya. Ia menyatakan kebanggaannya dapat memimpin jajaran pemerintahan yang dinilainya telah menghasilkan capaian nyata.

“Saudara-saudara bergabung di sini adalah panggilan sejarah, saudara terpanggil untuk berbakti kepada negara dan bangsa, dan rakyat Indonesia. Saudara-saudara sudah mengerti dan sudah paham bahwa mengabdi di bidang pemerintahan adalah sesungguhnya pengorbanan,” kata Prabowo.

Ia kemudian menyampaikan penghargaan kepada para menteri yang telah bekerja bersamanya.

“Saya sekarang bangga menjadi pemimpinmu. Saya bangga menjadi presidenmu. Saya bangga telah memimpin pemerintah ini, karena dalam dua tahun kita telah bekerja dengan hasil yang nyata,” tuturnya.

Persaingan Global Jadi Ujian bagi Indonesia

Prabowo turut mengingatkan bahwa pemerintah harus memperhitungkan perubahan lanskap geopolitik dan ekonomi internasional dalam menentukan arah kebijakan nasional.

Persaingan pengaruh di antara kekuatan-kekuatan besar dunia, menurutnya, dapat berdampak terhadap seluruh negara karena hubungan ekonomi dan politik internasional semakin terhubung. Indonesia tidak dapat sepenuhnya menghindari dampak dari dinamika tersebut.

“Kita berada dalam kondisi global yang ditandai oleh persaingan hegemoni dunia antara kekuatan-kekuatan besar. Kondisi global ini mau tidak mau akan mempengaruhi semua negara, karena dunia kita sudah saking terintegrasinya, kita saling bergantung satu sama lain,” ujarnya.

Selain tekanan geopolitik, Indonesia juga menghadapi tantangan perubahan iklim dan risiko bencana alam. Posisi geografis di kawasan cincin api membuat Indonesia rentan terhadap aktivitas geologis, tetapi sekaligus memberikan keuntungan berupa tanah yang subur dan sumber daya mineral bernilai tinggi.

Prabowo menilai potensi tersebut merupakan salah satu modal strategis yang harus dijaga dan dikelola dengan baik.

“Walaupun kita berada di lingkaran api, lingkaran api ini juga menghasilkan tanah yang relatif subur, kemudian mineral-mineral yang sangat berharga. Inilah yang juga merupakan kekuatan nasional kita,” pungkasnya.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

LAINNYA