Laporan: Afrizal Ilmi
20261021_132752 TODAYNEWS.ID — Suporter Persija Jakarta dijatuhi sanksi larangan mendampingi tim dalam pertandingan tandang selama setengah musim Super League menyusul kerusuhan saat menghadapi Persita Tangerang di Banten International Stadium.
Selain larangan kehadiran suporter tandang, Persija juga dikenai sanksi denda dengan total nilai yang disebut mencapai Rp60 juta.
Keputusan tersebut diumumkan CEO I.League Ferry Paulus di kantor I.League, Rabu (21/10/2026). Ferry mengatakan Komite Disiplin (Komdis) membutuhkan waktu dua hari untuk menggelar sidang sebelum menjatuhkan keputusan.
Dalam perkara ini, Persita sebagai tuan rumah turut dinyatakan melakukan pelanggaran karena gagal menjaga ketertiban dan keamanan pertandingan. Panitia pelaksana pertandingan Persita dijatuhi denda sebesar Rp40 juta.
“Panitia Pelaksana Pertandingan Persita di kompetisi Super League diputuskan oleh Komdis melakukan pelanggaran berupa kegagalan menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan. Panitia pelaksana dikenakan denda sebesar Rp40 juta,” kata Ferry.
Menurut Ferry, Persita dan Persija sama-sama dinilai memiliki tanggung jawab dalam menjaga ketertiban selama pertandingan berlangsung. Karena itu, kedua klub menerima sanksi sesuai pelanggaran yang diputuskan Komdis.
Persita tidak hanya dikenai denda finansial. Klub tuan rumah tersebut juga dilarang menghadirkan suporter tandang untuk pertandingan melawan Persija Jakarta.
“Salah satu poin yang sangat penting adalah Persita, dalam hal ini sebagai tuan rumah, selain mendapatkan sanksi denda secara finansial, juga dilarang menghadirkan suporter away untuk pertandingan melawan Persija Jakarta,” ujarnya.
Sementara itu, sanksi terhadap Persija mencakup larangan bagi suporter untuk menghadiri pertandingan tandang selama setengah musim. Hukuman tersebut berlaku untuk pertandingan tandang Persija di kompetisi Super League.
“Khusus Persija, suporter dilarang datang ke pertandingan away selama setengah musim. Jumlah pertandingannya memang ada enam pertandingan, tetapi selama satu setengah musim ini Persija dilarang menghadirkan suporter di semua pertandingan tandang yang akan dijalani, khusus di Super League.”
Selain larangan kehadiran suporter, Persija juga dijatuhi denda Rp30 juta. Ferry menyebut terdapat sanksi denda lain yang berkaitan dengan pelanggaran suporter, yakni penyalaan petasan sebanyak tiga kali dan pelemparan satu buah flare.
“Selain itu, Persija juga mendapatkan denda sebesar Rp30 juta dan ada beberapa keputusan denda lain yang dibebankan kepada Persija terkait pelanggaran berupa penyalaan petasan sebanyak tiga kali serta pelemparan satu buah flare. Sehingga suporter Jakmania atau Persija dinyatakan harus membayar denda sebesar Rp60 juta,” ucap Ferry Paulus.
Sanksi tersebut dijatuhkan setelah kerusuhan terjadi dalam pertandingan Persita Tangerang melawan Persija Jakarta di Banten International Stadium. Insiden itu menjadi sorotan setelah sejumlah video kejadian beredar di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah suporter mencopot bendera yang terpasang di dinding stadion. Aksi tersebut memancing reaksi sejumlah suporter Persija yang kemudian turun untuk menghampiri mereka.
Situasi kemudian memanas hingga kerusuhan meluas di area stadion. Insiden itu berujung pada sanksi disiplin bagi kedua klub, termasuk pembatasan kehadiran suporter dalam pertandingan tandang Persija selama setengah musim Super League.
Editor: Aziz Arriadh