Laporan: Afrizal Ilmi
CdM of Indonesia, Todotua Pasaribu. (Dok. NOC Indonesia) TODAYNEWS.ID — Tim bulutangkis beregu putra menjadi penyumbang medali emas pertama Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Mereka mengalahkan China 3-2 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Kamis (24/9/2026).
Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang Indonesia untuk kembali berjaya di nomor beregu putra. Terakhir kali Merah Putih meraih emas nomor ini terjadi pada Asian Games Bangkok 1998.
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu menyambut kemenangan tersebut sebagai hasil perjuangan seluruh elemen tim. Menurutnya, pencapaian itu tidak lepas dari kerja keras atlet, pelatih, ofisial, dan pihak yang mendukung perjalanan mereka.
“Alhamdulillah, emas pertama untuk Indonesia akhirnya datang dari bulutangkis beregu putra. Malam ini, di Aichi-Nagoya, Jepang, Indonesia Raya berkumandang dan Merah Putih berkibar,” ungkap Todotua.
Perjalanan menuju emas tidak berlangsung mudah bagi tim Indonesia. Mereka sempat tertinggal 0-2 dari China sebelum bangkit dan membalikkan keadaan.
Kebangkitan tersebut diawali oleh Alwi Farhan yang memenangkan pertandingan pada partai ketiga. Hasil itu kemudian membuka peluang Indonesia untuk mengejar ketertinggalan hingga akhirnya memastikan kemenangan 3-2.
Todotua menilai comeback tersebut menunjukkan karakter para atlet Indonesia. Mereka tetap percaya diri dan berjuang meski berada dalam posisi tertinggal.
“Kepada para atlet, pelatih, dan seluruh tim bulutangkis, terima kasih. Kalian telah menjawab penantian Indonesia dengan perjuangan yang luar biasa,” kata Todotua.
Menurut dia, mental pantang menyerah yang ditunjukkan tim bulutangkis menjadi semangat yang diharapkan hadir di seluruh kontingen Indonesia. Situasi tertinggal 0-2 tidak membuat perjuangan tim berhenti.
“Ketika berada dalam posisi tertinggal, kalian tetap percaya, terus berjuang, dan akhirnya membalikkan keadaan. Ini adalah semangat yang ingin kita lihat dari seluruh Tim Indonesia,” sebutnya.
Emas tersebut juga memiliki catatan sejarah bagi bulutangkis Indonesia. Pada Asian Games Bangkok 1998, tim beregu putra Merah Putih mengalahkan China 4-0 di final.
Salah satu atlet Indonesia pada edisi 1998 tersebut adalah Taufik Hidayat. Saat itu, Taufik masih berusia 17 tahun dan turut menjadi bagian dari tim yang membawa pulang emas.
“Emas bulutangkis beregu ini bukan hanya yang pertama untuk Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah panjang perjuangan bulu tangkis Indonesia,” ujar Todotua.
Ada cerita estafet di balik keberhasilan Indonesia mengakhiri penantian 28 tahun tersebut. Taufik yang dahulu berjuang sebagai atlet pada 1998 kini menyaksikan langsung generasi penerus mengulang pencapaian tersebut.
“Dua puluh delapan tahun lalu, Wamen Taufik Hidayat ikut berjuang membawa pulang emas beregu putra. Malam ini, beliau menyaksikan generasi penerusnya mengulang sejarah,” kata Todotua.
Todotua juga menyebut kehadiran Taufik bersama Ketua PBSI memberikan semangat tambahan bagi para pemain. Ia mengaitkan keberhasilan tersebut dengan estafet perjuangan olahraga Indonesia.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, estafet perjuangan itu kembali berbuah emas bagi Indonesia. Terima kasih atas kehadiran Pak Wamen dan Ketua PBSI yang tentu membawa semangat lebih bagi para atlet,” lanjutnya.
Meski telah meraih emas pertama, Todotua mengingatkan perjuangan Tim Indonesia di Aichi-Nagoya belum selesai. Tim CdM selanjutnya akan tetap memastikan kebutuhan para atlet terpenuhi selama mengikuti pertandingan.
Menurut Todotua, dukungan masyarakat Indonesia juga menjadi bagian penting dalam perjalanan kontingen. Ia mengajak masyarakat untuk terus memberikan doa dan dukungan kepada para atlet yang masih bertanding.
“Tak lupa, terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas doa dan dukungan yang tidak pernah putus. Hari ini kita bersyukur dan merayakan bersama,” tutup Todotua.
Ia menegaskan Tim Indonesia akan kembali fokus setelah perayaan kemenangan tersebut. Para atlet diharapkan dapat terus memberikan kemampuan terbaik untuk Merah Putih.
“Besok kita kembali berdiri di belakang setiap atlet yang berjuang. Karena perjuangan masih panjang, dan kita ingin memastikan setiap atlet dapat memberikan yang terbaik untuk Merah Putih tercinta,” pungkasnya.
Editor: Aziz Arriadh