Laporan: Afrizal Ilmi
Tim bulutangkis beregu putra Indonesia meraih medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (Dok. NOC Indonesia) TODAYNEWS.ID — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada tim bulutangkis beregu putra Indonesia yang meraih medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Prabowo menyampaikan ucapan tersebut melalui sambungan telepon setelah Indonesia menaklukkan Tiongkok dengan skor 3-2 pada final Badminton Men’s Team.
Indonesia meraih kemenangan setelah melewati pertandingan dramatis di partai final. Tim Merah Putih sempat tertinggal 0-2 sebelum membalikkan keadaan dan merebut emas pertama bagi Kontingen Indonesia di Asian Games 2026.
“Terima kasih. Saudara-saudara sekalian, terima kasih. Kerja keras Saudara-saudara, kalian berhasil meraih emas pertama, selamat ya,” ujar Prabowo dalam unggahan Instagram Wamenpora Taufik Hidayat, @taufikhidayatofficial.
Indonesia kehilangan dua partai awal setelah Jonatan Christie dan pasangan Fajar Alfian/Shohibul Fikri menelan kekalahan. Situasi berubah ketika Alwi Farhan memenangi partai ketiga melawan Li Shifeng melalui pertarungan tiga gim.
Kemenangan Alwi membuat Indonesia memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Alwi mengatakan dirinya berusaha menjaga pikiran tetap netral ketika tim berada dalam posisi tertinggal.
“Tentu tidak mudah ketinggalan 2-0. Lawan hawanya lebih di atas, banyak pikiran. Saya harus membuat pikiran netral,” kata Alwi.
Alwi kemudian berusaha menjaga peluang Indonesia untuk merebut emas. Dia menyadari Asian Games hanya berlangsung setiap empat tahun sehingga kesempatan tersebut menjadi penting bagi tim.
“Saya ingin menunjukkan game, it’s not over. Masih ada harapan kita bisa emas. Asian Games empat tahun sekali. Ini kesempatan berharga,” sambungnya.
Indonesia akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui pasangan Leo Carnando/Daniel Marthin. Mereka mengalahkan He Ji Ting/Liu Yi pada partai keempat dan membuat pertandingan ditentukan melalui laga terakhir.
Daniel mengatakan komunikasi menjadi salah satu bagian yang dijaga pasangan tersebut saat bertanding. Mereka juga berusaha tampil lebih tenang agar peluang yang tersedia tidak terlewatkan.
“Kita banyak komunikasi dan main lebih tenang lagi. Kita nggak mau menyia-nyiakan kesempatan,” tutur Daniel.
Mohammad Zaki Ubaidillah kemudian menjadi penentu kemenangan Indonesia pada partai kelima. Ubed mengalahkan Weng Hongyang sekaligus memastikan Indonesia membalikkan keadaan dari 0-2 menjadi kemenangan 3-2.
Ubed mengaku berusaha menjaga ketenangan sepanjang pertandingan. Dia sempat tertinggal dalam permainan sebelum akhirnya mampu membalikkan keadaan.
“Alhamdulillah bisa diberikan kemenangan tanpa cedera. Di awal tadi tidak mau mikir negatif dulu,” kata Ubed.
“Tadi di permainan saya berusaha lebih tenang. Saya juga sempat ketinggalan. Saya berusaha lebih tenang, dan alhamdulillah bisa membalikkan keadaan,” lanjutnya.
Medali emas tersebut mengakhiri penantian Indonesia selama 28 tahun untuk kembali menjadi juara beregu putra Asian Games. Indonesia terakhir kali meraih emas pada nomor tersebut ketika tampil di Asian Games Bangkok 1998.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Eng Hian menilai keberhasilan tersebut menjadi bagian dari perkembangan program pembinaan bulutangkis Indonesia. Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan program yang dijalankan PBSI terus menghasilkan atlet untuk memperkuat tim nasional.
“Inilah kekuatan tim Indonesia, di mana kita selalu now or never,” tegas Eng Hian.
Eng Hian juga menyebut keberhasilan tersebut sebagai progres yang sesuai dengan target pembinaan. Dia menegaskan PBSI terus menjalankan program untuk menghasilkan atlet terbaik.
“Tentunya ini sebuah progres yang cukup bagus, sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kita bisa lihat PBSI tidak diam. Kita melakukan program untuk mencetak atlet terbaik,” tambahnya.
Editor: Aziz Arriadh