Laporan: Afrizal Ilmi
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani atau Putri KW, telah ditunggu lawan berat di perempat final India Open 2026. (Dok. PBSI) TODAYNEWS.ID — Tim bulu tangkis beregu putri Indonesia memastikan medali perunggu untuk kontingen Merah Putih di Asian Games 2026. Kepastian itu didapat setelah Indonesia kalah dari China pada babak semifinal di Ichinomiya, Aichi, Rabu.
Indonesia harus mengakhiri perjuangan menuju final setelah takluk 0-3 dari China. Kekuatan materi pemain lawan membuat tiga wakil Merah Putih gagal mengamankan kemenangan dalam tiga partai yang dimainkan.
Pada partai pertama, Indonesia menurunkan Putri Kusuma Wardani di nomor tunggal putri. Putri menghadapi Wang Zhi Yi dan kalah dalam dua gim dengan skor 15-21, 20-22.
Putri sebenarnya sempat memiliki peluang pada gim kedua. Ia sempat unggul 18-14 sebelum Wang Zhi Yi mempercepat permainan dan membalikkan keadaan.
“Ketika saya unggul 18-14 di gim kedua, dia mempercepat permainan termasuk dari cara serangannya juga. Selain itu, ada beberapa kali pukulan spekulasi yang kurang bisa diantisipasi,” kata Putri.
Putri mengaku tetap bersyukur dapat menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera. Ia juga meminta maaf kepada rekan-rekannya karena belum mampu menyumbangkan poin pertama untuk Indonesia.
“Tetap bersyukur tidak ada cedera apapun dan saya mau meminta maaf untuk tim karena belum bisa menyumbang poin pertama,” ujarnya.
Partai kedua mempertemukan ganda putri Rachel Allesya Rose/Febi Setianingrum dengan Liu Sheng Su/Tan Ning. Rachel/Febi juga belum mampu mengubah keadaan setelah kalah dua gim langsung 15-21, 18-21.
Indonesia kemudian menurunkan Mutiara Ayu Puspitasari pada partai ketiga. Ia berhadapan dengan Chen Yu Fei yang merupakan salah satu pemain papan atas dunia.
Mutiara harus mengakui keunggulan Chen Yu Fei setelah kalah dua gim langsung 15-21, 12-21. Pertandingan tersebut hanya berlangsung selama 22 menit.
Mutiara mengatakan dirinya tidak merasa terbebani ketika mengetahui harus menghadapi Chen Yu Fei. Ia memilih fokus menjalankan tugasnya sendiri tanpa terlalu memikirkan kondisi pertandingan beregu.
“Memang dari materi pemain, China lebih diunggulkan jadi pas tahu saya akan melawan Chen Yu Fei tidak merasa terbebani. Ada tegang karena melawan pemain peringkat empat dunia, ada tantangan tersendiri,” ujar Mutiara.
Mutiara menilai Chen Yu Fei memiliki kematangan dalam membaca pertandingan. Menurutnya, lawannya mampu menemukan celah kecil dalam permainannya dengan cepat.
“Chen Yu Fei memang sangat matang, secara pukulan, tekanan pukulan dan cara strategi di lapangan. Itu yang perlu saya pelajari bagaimana dia menemukan celah-celah kecil, dia bisa cepat banget menemukan yang kurang dari saya,” katanya.
Meski kalah, Mutiara mengaku mendapat pelajaran dari pertandingan tersebut. Ia bersyukur dapat mengeluarkan kemampuan terbaik sekaligus mengetahui sejumlah hal yang masih harus diperbaiki.
“Saya bersyukur tadi kurang lebih bisa main maksimal dan saya bisa tahu lebih banyak PR untuk ke depan,” ujar Mutiara.
Dengan hasil tersebut, tim beregu putri Indonesia membawa pulang medali perunggu dari Asian Games 2026. Sementara itu, peluang Indonesia menambah medali dari nomor beregu masih terbuka melalui sektor putra.
Tim beregu putra Indonesia dijadwalkan menghadapi Thailand pada babak semifinal. Pertandingan tersebut berlangsung pukul 15.00 waktu setempat atau 13.00 WIB.
Editor: Aziz Arriadh