Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Sayed Abbas Araghchi. TODAYNEWS.ID – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, menantang Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi terkait kritik terhadap serangan balasan Iran.
Araghchi mempertanyakan berapa lama Iran harus menunggu untuk merespons agresi AS-Israel yang jelas-jelas telah melanggar kedaulatan negaranya.
Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi melalui unggahan berbahasa Arab di akun X miliknya, dilihat pada Sabtu (5/9/2026), sebagai atas komentar Safadi mengenai serangan Iran ke Yordania dan sejumlah negara lain di kawasan.
Safadi sebelumnya menyebut Iran menyerang telah Yordania dan negara-negara lain di kawasan hanya sekitar dua jam setelah perang agresi AS-Israel dimulai. Menurut Safadi, serangan tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai tindakan balasan.
Araghchi pun membantah pandangan tersebut. Dia menyoroti penggunaan wilayah udara, teritorial, dan perairan negara-negara Arab dalam serangan awal AS terhadap Iran.
“Menurut Menteri Luar Negeri Yordania, berapa lama Iran harus menunggu sebelum menanggapi agresor yang tidak menghormati kedaulatan negara-negara Arab atau kedaulatan Iran?” kata Araqchi.
Araghchi juga mempertanyakan apakah Safadi tidak mengetahui bahwa wilayah udara, teritorial, dan perairan Arab digunakan dalam serangan awal AS yang menyebabkan warga Iran tewas.
“Dan apakah dia (Safadi) benar-benar tidak menyadari bahwa wilayah udara, teritorial, dan perairan Arab digunakan dalam serangan awal AS yang mengakibatkan terbunuhnya warga Iran yang tidak bersalah?” pungkasnya.