x

Waduk Sepaku Menyusut dan Karhutla Masih Melanda, BMKG Gelar OMC di IKN

waktu baca 4 menit
Selasa, 25 Agu 2026 11:30 38 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), TNI Angkatan Udara (TNI AU), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC).

Operasi ini dilakukan untuk mengatasi defisit air di Waduk Sepaku sekaligus menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo, mengatakan asap karhutla di Kaltim umumnya bergerak ke arah barat laut hingga timur laut. Asap bahkan berpotensi melewati batas administratif menuju Kalimantan Utara dan Sabah, Malaysia.

“Kemudian data per 20 Agustus 2026 menunjukkan wilayah Kaltim pada umumnya mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori sangat pendek hingga panjang. Durasi terpanjang tercatat di Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Paser, yakni 28 hari berturut-turut,” kata Budi dalam keterangan yang diterima, Selasa (24/8/2026).

Budi menjelaskan OMC bukan bertujuan menciptakan hujan dari kondisi yang tidak memiliki awan. Teknologi tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan potensi awan yang sudah tersedia.

“Modifikasi cuaca bukan membuat hujan, tetapi mengoptimalkan potensi awan yang tersedia. Apabila kondisi awan mendukung, penyemaian awan dilakukan sehingga mempercepat proses turunnya hujan serta bisa memperluas areanya,” jelasnya.

Berdasarkan data OIKN, cadangan air di Waduk Sepaku yang menjadi sumber air baku bagi wilayah IKN terus mengalami penurunan sejak Juli lalu akibat dampak fenomena El Nino.

Sementara itu, BMKG mencatat 13.273 titik panas di Kaltim sepanjang 1-23 Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat 35,5% dibandingkan periode yang sama pada 2015, ketika puncak musim kemarau juga terjadi bersamaan dengan fenomena El Nino.

BMKG memprakirakan potensi pertumbuhan awan di Kaltim pada 23-31 Agustus berada pada kategori tinggi hingga sedang, terutama di wilayah Kaltim bagian utara. Namun, potensi pertumbuhan awan diperkirakan menurun pada 28-31 Agustus sehingga sebagian besar wilayah Kaltim berpotensi mengalami cuaca relatif kering.

Pada 24-26 Agustus, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di Kaltim bagian barat, barat laut, dan utara. Setelah itu, pada 27 Agustus hingga 1 September, intensitas dan sebaran hujan diperkirakan menurun signifikan di sebagian besar wilayah Kaltim.

OMC di IKN dan Berau

Budi mengatakan pelaksanaan OMC tidak hanya mempertimbangkan jumlah titik panas. Potensi pertumbuhan awan dan peluang hujan di wilayah sasaran juga menjadi pertimbangan.

“OMC dilaksanakan di IKN pada 22-27 Agustus untuk mengatasi penurunan air Waduk Sepaku. Hasilnya terlihat dengan turunnya hujan di wilayah tersebut dan sekitarnya selama dua hari ini hingga pagi tadi,” ujarnya.

Selain di IKN, OMC juga dilakukan di Kabupaten Berau pada 24-28 Agustus. Operasi tersebut dilakukan berdasarkan permintaan Bupati Berau kepada BNPB dan BMKG untuk menangani titik panas.

“OMC di Kabupaten Berau mulai dilaksanakan pada 24-28 Agustus untuk mengatasi titik panas berdasarkan permintaan Bupati Berau kepada BNPB dan BMKG,” tambah Budi.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan Pemprov Kaltim telah menyiapkan sejumlah langkah tambahan untuk mengantisipasi kekeringan dan karhutla yang masih berpotensi terjadi hingga akhir Agustus 2026.

Saat ini, sekitar 200 titik api terpantau di Kaltim. Tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, pemerintah kabupaten/kota, dan Masyarakat Peduli Api terus dikerahkan untuk menangani titik api tersebut.

Seno mengatakan status penanganan karhutla di Kaltim saat ini masih berada pada level Siaga Bencana dan belum meningkat menjadi Siaga Darurat.

Meski demikian, dia meminta setiap daerah tetap mewaspadai potensi karhutla dan kondisi kebencanaan di wilayah masing-masing. Daerah dapat segera mengajukan bantuan kepada BNPB apabila telah memenuhi kriteria untuk menetapkan status siaga darurat.

OMC Juga Digelar di Sejumlah Daerah

Selain Kaltim, BMKG bersama sejumlah pemangku kepentingan juga menggelar OMC di beberapa daerah untuk mendukung ketahanan air, pangan, dan keselamatan masyarakat.

Posko OMC Pekanbaru, Riau, telah menerbangkan 26 sorti bahan semai untuk penanganan karhutla pada periode 30 Juli-29 Agustus.

Sementara itu, Posko Palembang, Sumatera Selatan, menggelar OMC untuk penanganan karhutla pada 22-26 Agustus. Posko Pontianak, Kalimantan Barat, juga melaksanakan OMC pada 23-27 Agustus.

Di Jakarta, BMKG bersama Pemprov DKI Jakarta menggelar OMC pada 22-26 Agustus. Operasi tersebut dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas udara Ibu Kota.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 hours ago
6 days ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor