x

PSSI Minta Suporter Tak Ubah Kritik Jadi Kebencian

waktu baca 2 menit
Selasa, 18 Agu 2026 12:40 39 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — FIFA kembali mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sepakbola yang aman bagi pemain, ofisial, dan suporter. Pesan tersebut disampaikan melalui unggahan Instagram bertajuk “Protecting players online around the world” dengan seruan “Stop Hate, Protect Football”.

Pesan FIFA itu kembali relevan setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026. Sejumlah pemain kemudian menghadapi hujatan dan serangan personal di media sosial.

Kekecewaan atas hasil pertandingan dinilai tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan penghinaan. Serangan berupa perundungan, penyebaran data pribadi, hingga ancaman juga tidak dapat dibenarkan.

Bek Timnas Indonesia Justin Hubner beserta keluarganya turut menghadapi situasi tersebut. Kondisi itu menjadi pengingat bahwa serangan di ruang digital dapat berkembang menjadi persoalan yang membahayakan.

PSSI menyampaikan keprihatinan terhadap ujaran kebencian dan ancaman yang menyasar Hubner serta keluarganya. Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Sekjen Yunus Nusi meminta kritik tetap disampaikan secara bertanggung jawab.

“Kami mengakui bahwa hasil di Piala AFF 2026 belum memenuhi harapan,” ujar Yunus Nusi di Jakarta pekan lalu. Ia meminta evaluasi dilakukan dengan kepala dingin dan tidak berubah menjadi kebencian.

Menurut Yunus, pemain tetap dapat menerima kritik atas performanya di lapangan. Namun, martabat dan keselamatan pemain beserta keluarganya harus tetap dihormati.

PSSI menilai dukungan terhadap tim tidak berarti menutup ruang kritik. Kritik tetap diperlukan selama diarahkan pada permainan, keputusan, dan proses yang dapat dievaluasi.

Perhatian publik kini dapat dialihkan ke kompetisi domestik yang segera bergulir. Musim I.League 2026/2027 dijadwalkan dimulai melalui Super League pada 4 September dan Championship pada 11 September 2026.

Kompetisi domestik menjadi kesempatan bagi pemain untuk memulihkan kepercayaan diri dan meningkatkan performa. Ajang tersebut juga menjadi ruang bagi pemain untuk kembali memperjuangkan tempat di Timnas Indonesia.

PSSI mengajak suporter mengubah kekecewaan menjadi dukungan yang bermartabat. Suporter diminta hadir ke stadion secara tertib, menggunakan kanal resmi, serta membeli tiket dan produk klub secara legal.

Di media sosial, PSSI meminta masyarakat menolak dan melaporkan konten yang mengandung ujaran kebencian, perundungan, doxing, atau ancaman. Yunus juga mengingatkan suporter untuk tidak ikut menyebarluaskan konten bermasalah tersebut.

“Saya berharap dukungan kepada pemain tidak berhenti ketika hanya berseragam Timnas,” pungkas Yunus Nusi. Ia menegaskan, “Kritik boleh tajam, tetapi tidak boleh menjadi kebencian.”

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
8 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor