Kementerian Pertanian (Kementan) bersama jajaran TNI terus menggenjot proyek cetak sawah baru seluas 7.000 hektare di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Foto: Dok. Kementan TODAYNEWS.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama jajaran TNI terus menggenjot proyek cetak sawah baru seluas 7.000 hektare di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya masif nasional dalam menggenjot produksi pangan demi mewujudkan kemandirian dan swasembada pangan di Indonesia.
Meski baru berjalan sekitar 20 hari sejak pertama kali digulirkan pada awal Juli, proyek di salah satu kawasan prioritas ini telah menunjukkan hasil yang memuaskan dengan dibukanya lahan seluas lebih dari 130 hektare.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggarisbawahi bahwa program pencetakan sawah baru adalah bentuk investasi jangka panjang.
Kebijakan ini krusial guna menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan nyata perubahan iklim global serta lonjakan kebutuhan konsumsi masyarakat.
“Kita harus menambah luas tanam dan meningkatkan produktivitas. Itu kunci menuju swasembada pangan,” tegas Amran, mengutip Sabtu (25/7/2026).
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, merinci bahwa Provinsi Sumatera Selatan mendapatkan alokasi total perluasan lahan seluas 13.000 hektare, di mana 7.000 hektare dipusatkan di Kabupaten OKI.
Di Desa Tanjung Baru sendiri, luas lahan yang tengah dikerjakan mencapai 230 hektare dengan tahapan konstruksi mulai dari land clearing, land leveling, hingga pengolahan tanah siap tanam.
“Dalam waktu sekitar 20 hari saja, sudah lebih dari 130 hektare lahan yang terbuka dan pengolahan tanah mencapai 30 hektare. Progres ini sangat cepat dan sesuai dengan harapan kita,” ujar Hermanto.
Selain aspek fisik, Kementan memastikan seluruh tata kelola administrasi berjalan akuntabel dan transparan melalui mekanisme swakelola yang sesuai aturan.
Inspektur Jenderal Kementan, Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan, menyatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan tepat waktu (on schedule) tanpa adanya penyimpangan administratif. “Semua sudah on schedule dan secara administrasi tidak ada yang menyimpang,” kata Irham.
Dari sisi teknis di lapangan, Kolonel TNI Damai Laksmono menjelaskan bahwa timnya memanfaatkan kondisi cuaca yang mendukung sebagai momentum untuk mempercepat mobilitas alat berat.
“Kami berupaya menyiasati kondisi alam dengan segera memasukkan alat berat. Pada saat yang sama, kami menyinkronkan kegiatan olah lahan ini dengan Brigade Pangan, sehingga begitu lahan selesai diolah, pasokan pupuk dan benih diharapkan sudah siap agar petani bisa langsung melaksanakan tanam,” jelas Damai.