x

Investigasi WSJ: Israel Gelontorkan 50 Dolar untuk Ciptakan Narasi Anti-Iran

waktu baca 2 menit
Senin, 20 Jul 2026 12:22 64 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Sebuah laporan investigasi terbaru dari surat kabar Wall Street Journal (WSJ) mengungkap strategi besar pemerintah Israel dalam upaya memengaruhi opini publik Amerika Serikat (AS) mengenai kesepakatan dan negosiasi dengan Iran.

Mengutip IRNA, seperti dilansir Pars Today, pada Senin (20/7/2026), laporan tersebut menyebutkan bahwa Israel telah menginvestasikan sekitar 50 juta dolar AS untuk melancarkan kampanye media besar-besaran.

Fokus utama dari kampanye ini adalah menggiring pandangan masyarakat Amerika terkait negosiasi dan kesepakatan dengan Iran melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Laporan ini menyebutkan bahwa rezim Zionis telah mengeluarkan lebih dari 45 juta dolar AS dalam bentuk kontrak yang diberikan kepada Brad Parscale, mantan konsultan politik Donald Trump.

Melalui perusahaannya, Clock Tower X, Parscale mempromosikan narasi-narasi yang diinginkannya di kalangan opini publik Amerika dengan memproduksi 100 konten orisinal setiap bulan yang menjangkau lebih dari 50 juta tayangan, khususnya menyasar segmen konservatif muda di platform seperti TikTok, Instagram, dan berbagai podcast.

Operasi ini disinyalir menggunakan taktik disinformasi, termasuk pengiriman pesan singkat massal yang mengatasnamakan organisasi fiktif bernama “Friends of Peace”.

Pesan-pesan tersebut dikirimkan menggunakan identitas personal seperti “Emma” atau “Sarah” untuk memancing interaksi warga Amerika mengenai persepsi keamanan global terkait kebijakan AS terhadap Iran dan Israel.

Langkah ini dinilai sebagai respons Tel Aviv atas tren menurunnya simpati publik Amerika terhadap kebijakan Israel dalam beberapa tahun terakhir, yang kian diperparah oleh kecaman internasional atas perang di Gaza.

Sebagai bagian dari upaya sistematis ini, Israel tercatat telah menggunakan jasa setidaknya enam perusahaan media dan memiliki 36 agen terdaftar sebagai perwakilan asing di Amerika Serikat.

Tidak hanya itu, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, sempat mengonfirmasi bahwa pemerintahnya telah mengalokasikan dana lebih dari 700 juta dolar AS untuk tahun 2026 guna memperkuat program “pembentukan persepsi” global dan memperbaiki citra negara di mata dunia.

Secara keseluruhan, laporan Wall Street Journal ini menyoroti bagaimana Israel kini beralih ke alat-alat digital canggih berbasis AI untuk mengelola narasi publik secara terorganisir di tengah tantangan diplomatik dan citra internasional yang sedang mereka hadapi.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

9 hours ago
13 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor