x

MPR Dorong Percepatan Kompetensi Guru Perkuat Pendidikan Inklusif

waktu baca 2 menit
Sabtu, 11 Jul 2026 12:15 40 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Lestari Moerdijat menilai percepatan penguatan kompetensi guru menjadi langkah penting untuk mewujudkan pendidikan inklusif. Upaya tersebut, menurut dia, harus didukung oleh data yang akurat serta strategi yang komprehensif agar mampu menjawab kebutuhan di lapangan.

“Masih terdapat kesenjangan yang besar antara kebutuhan dan ketersediaan guru yang kompeten di lapangan. Karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif untuk mempercepat peningkatan kompetensi guru dalam menjalankan pendidikan inklusif,” kata Lestari dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) per September 2025, terdapat 363.921 murid penyandang disabilitas di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 199.375 murid menempuh pendidikan di 60.910 satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif (SPPI).

Lestari mengungkapkan hanya sekitar 15 persen dari total SPPI yang memiliki guru pembimbing khusus (GPK). Menurutnya, kondisi tersebut menjadi hambatan besar dalam menghadirkan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik.

“Upaya peningkatan jumlah guru yang mampu mendidik anak berkebutuhan khusus harus segera direalisasikan. Ini bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas kompetensi yang harus dikejar,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Rerie itu menilai percepatan peningkatan kompetensi guru harus diwujudkan melalui langkah yang nyata dan terukur. Ia mendukung program pemerintah yang menargetkan pelatihan bagi 1.500 guru di 25 provinsi sepanjang 2026 hingga mencapai tingkat mahir.

Namun demikian, anggota Komisi X DPR RI tersebut mengingatkan bahwa target tersebut masih jauh dari kebutuhan nasional.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), saat ini terdapat 2.663 guru yang memenuhi syarat sebagai kandidat peserta pelatihan. Selain itu, masih ada potensi penambahan 5.129 calon peserta melalui skema penyetaraan.

“Pemerintah harus konsisten dan agresif. Program pelatihan yang diluncurkan Kemendikdasmen merupakan langkah awal yang baik, tetapi jangan berhenti sampai di situ. Kita perlu melihat rasio ideal,” katanya.

Rerie juga menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru tidak cukup hanya berfokus pada aspek teknis. Menurutnya, keberhasilan pendidikan inklusif sangat ditentukan oleh kemampuan guru memahami kebutuhan setiap anak sekaligus menyesuaikan metode pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik.

“Guru adalah agen perubahan yang harus memiliki kemampuan berpikir kritis dan kemanusiaan. Mereka harus mendapat dukungan semua pihak agar mampu menerjemahkan filosofi pendidikan nasional ke dalam praktik pembelajaran yang inklusif dan adaptif, terutama di era digital,” ujar Lestari.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor