x

PLN Perkuat Transformasi Nasional Pengelolaan Sampah jadi Listrik

waktu baca 3 menit
Sabtu, 11 Jul 2026 12:09 37 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – PT PLN (Persero) menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif pemerintah dalam mendorong transformasi nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Program ini dinilai menjadi langkah penting untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan PSEL merupakan bentuk transformasi dalam pengelolaan sampah yang mampu mengubah limbah menjadi sumber energi bermanfaat.

“PSEL merupakan wujud transformasi dalam pengelolaan sampah,” kata Darmawan Prasodjo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Menurut Darmawan, transformasi pengelolaan sampah menjadi energi merupakan langkah penting dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

“Melalui kolaborasi yang kuat, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi yang memberi manfaat. PLN siap mendukung program ini dengan memastikan energi yang dihasilkan dapat terserap secara andal ke dalam sistem kelistrikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas,” ujar Darmawan.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Sponsor Agreement dan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dalam agenda Peresmian Pembangunan PSEL Bali di Denpasar Selatan pada Rabu (8/7).

Komitmen itu ditandatangani oleh PLN sebagai offtaker, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) selaku perusahaan induk yang menaungi seluruh entitas pelaksana proyek PSEL di Indonesia, serta PT Weiming Nusantara Bali New Energy sebagai Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL Bali.

Fasilitas PSEL Bali dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah sebesar 1.200–1.650 ton per hari dengan potensi pembangkitan listrik hingga 30 megawatt (MW). Proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan PSEL di 11 lokasi yang ditargetkan mampu mengolah hingga 14.928 ton sampah per hari dengan potensi kapasitas pembangkitan mencapai 310,3 MW.

Pengembangan PSEL di berbagai daerah diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat pengelolaan sampah nasional sekaligus menghadirkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat.

PLN juga memastikan energi listrik yang dihasilkan dari fasilitas PSEL dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan nasional sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai pembangunan PSEL menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah nasional.

Komitmen pemerintah tersebut diperkuat melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Danantara Indonesia, pemerintah daerah, PLN, dan seluruh pihak yang bekerja bersama mewujudkan dimulainya pembangunan PSEL Bali,” katanya.

Menurut Zulkifli, program tersebut dapat berjalan karena berbagai hambatan regulasi yang selama bertahun-tahun memperlambat penyelesaian persoalan sampah mulai disederhanakan melalui deregulasi.

“Dengan aturan yang lebih jelas, kerja sama yang kuat, dan tata kelola yang baik, saya yakin pengelolaan sampah dapat kita percepat untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Zulkifli.

Dalam kesempatan yang sama, Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan pembangunan PSEL merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah nasional.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, masalah sampah adalah tantangan kita bersama yang harus diselesaikan secepat mungkin, sehingga tidak menjadi beban bagi generasi mendatang. PSEL hadir untuk mengatasi dampak sampah terhadap lingkungan hidup, kesehatan, dan keselamatan dengan menggunakan teknologi yang sudah terbukti. Pelaksanaan PSEL oleh Danantara Indonesia tidak hanya dilakukan secara cepat, tetapi juga dengan penuh kehati-hatian dan standar tata kelola tertinggi,” kata Rosan.

Bagi Provinsi Bali, pembangunan PSEL menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan pembangunan PSEL Bali akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat pengelolaan sampah di Pulau Dewata.

“Kalau ini selesai, bukan saja ekosistem lingkungan yang akan bagus, sehat untuk kehidupan masyarakat, tetapi citra pariwisata Bali akan meningkat,” kata Koster.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor