x

Latsarmil Tidak Cocok bagi Calon Manajer KDMP

waktu baca 2 menit
Selasa, 30 Jun 2026 16:29 24 Akbar Budi

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh menilai Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) tidak cocok untuk kegiatan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Latihan dasar kemiliteran memang tidak cocok bagi calon manajer koperasi yang nantinya akan mengurusi pengelolaan koperasi,” katanya kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).

Ia menilai, para calon manajer KDMP lebih membutuhkan pelatihan manajerial. Sebab, ke depan, para manajer akan mengelola KDMP yang dimana merupakan program strategis pemerintah

“Yang mereka butuhkan adalah pelatihan manajerial yang kuat agar mampu mengelola koperasi secara profesional dan akuntabel,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendidikan bela negara tetap penting diberikan sebagai bagian dari pembentukan karakter, kedisiplinan, dan semangat pengabdian kepada bangsa.

“Pendidikan bela negara dan manajerial sangat dibutuhkan. Selain membangun karakter dan rasa cinta tanah air, program tersebut juga tidak memberatkan calon manajer Kopdes sehingga mereka dapat fokus mempersiapkan diri menjalankan tugasnya di lapangan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, pihaknya telah melakukam evaluasi terkait pelaksanaan Latsarmil bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Ia menegaskan bahwa Kemhan akan melakukan penyesuaian dengan pendekatan yang berbeda. Ke depan, kata dia, para calon manajer aman diberi pembekalan terkait bela negara dan manajerial.

”Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial, bukan latsarmil lagi,” ujar Rico saat dikonfirmasi oleh awak media, Senin (29/6/2026).

Ia menuturkan bahwa pihaknya juga mengurangi kegiatan yang indentik dengan latihan militer. Ia menegaskan bahwa para calon manajer KDPM tidak akan lagi diberikan latihan menembak.

“Dengan penyesuaian tersebut, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ombudsman menyoroti meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) saat mengikuti pelatihan dasar Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Anggota Ombudsman RI, Maneger Nasution mengatakan, meninggalnya lima anggota SPPI harus menjadi bahan evaluasi terhadap penyelenggaraan Latsarmil.

Ia menegaskan, program yang dijalankam oleh pemerintah harus dilihat dsri segi tata kelola dan penyelenggaraannya.

“Setiap nyawa manusia sangat berharga,” katanya dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).

Ia memgatakan, meninggalnya lima anggota SPPI harus menjadi pembelajar bagi semua pihak agar peristiwa tersebut tidak terulang.

“Tragedi ini harus menjadi pelajaran agar pelaksanaan program pembangunan tidak mengabaikan aspek keselamatan peserta,” jelasnya.

Ombudsman mendorong agar pemerintah melalukan evaluasi terkait pelaksanaan Latsarmil bagi calon manajer Kopdes Merah Putih.

“Evaluasi menyeluruh diperlukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

13 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
4 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor