x

Sinergi Lintas Wilayah, DNIKS dan Pemprov Papua Barat Daya Jajaki Kolaborasi Strategis

waktu baca 3 menit
Selasa, 30 Jun 2026 23:59 28 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) menerima kunjungan kehormatan dari Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, di Kantor Pusat DNIKS, Jakarta baru-baru ini untuk memperkuat sinergi program sosial lintas wilayah.

Ketua Umum DNIKS, Effendy Choirie, menyambut positif kedatangan Ahmad Nausrau. Ia menilai kehadiran orang nomor dua di Papua Barat Daya tersebut membawa semangat baru dalam merawat kebinekaan sekaligus menguatkan kerja-kerja kesejahteraan sosial.

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Gus Choi ini memaparkan sejumlah program prioritas DNIKS.

Beberapa di antaranya meliputi penguatan program kesejahteraan sosial, pemberdayaan sosial disabilitas berbasis komunitas, pendampingan UMKM, serta layanan dan advokasi bagi penyandang disabilitas.

Gus Choi menekankan pentingnya membangun jejaring dengan pemerintah daerah agar program-program kesejahteraan sosial tidak berjalan sendiri-sendiri atau parsial.

“Kami melihat banyak titik temu. DNIKS memiliki jejaring lembaga sosial dan filantropi, sementara Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya punya kebutuhan nyata di lapangan—mulai dari penguatan UMKM, ekonomi keluarga, hingga pemenuhan hak disabilitas. Kolaborasi ini harus kita wujudkan,” ujar Gus Choi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, menyampaikan apresiasi atas konsistensi DNIKS dalam mendampingi kelompok rentan.

Ia menilai pendekatan dakwah kultural yang selama ini dijalankan di majelis-majelis pengajian sangat potensial untuk disinergikan dengan program pemberdayaan ekonomi.

Ahmad Nausrau sendiri merupakan sosok yang belakangan ini banyak diperbincangkan di media sosial. Sebagai putra asli Papua yang juga seorang santri dan ustaz, ia memiliki keunikan tersendiri karena fasih berbahasa Arab dan Jawa.

Kemampuan ini membuatnya sering diundang untuk mengisi ceramah di berbagai majelis pengajian, mulai dari tanah Papua hingga ke Pulau Jawa.

“Saya seorang Papua, santri, dan ustaz. Bahasa Arab dan Jawa saya gunakan untuk mendekatkan diri dengan jemaah di mana pun berada. Ke depan, saya ingin energi dari majelis pengajian ini juga menyentuh hal-hal konkret, seperti pelatihan UMKM, membuka akses usaha bagi penyandang disabilitas, serta penguatan ekonomi keluarga,” ungkap Ahmad.

Ia menambahkan bahwa wilayah Papua Barat Daya memiliki potensi besar yang membutuhkan dukungan ekosistem pendampingan. Kolaborasi dengan DNIKS diharapkan dapat mempercepat lahirnya program pemberdayaan yang terukur dan berkelanjutan.

“Tugas kami di daerah adalah membuka jalan, sedangkan DNIKS bisa menjadi mitra strategis untuk penguatan kapasitas dan jejaring filantropi,” tuturnya.

Menuju Kesejahteraan yang Inklusif

Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan awal untuk menjajaki kerja sama teknis. Kerja sama tersebut akan mencakup pelatihan UMKM, implementasi program inklusi disabilitas, serta penguatan kapasitas lembaga sosial di tingkat akar rumput.

“Kita berharap kolaborasi ini bisa mendorong terbentuknya LKKS (Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial) di tingkat provinsi atau BKKKS. Ini diharapkan menjadi model sinergi yang ideal antara pemerintah daerah, ulama, dan organisasi sosial demi mewujudkan kesejahteraan yang inklusif,” pungkas Gus Choi.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

20 hours ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
4 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor