x

DPR Ramai-ramai Desak Evaluasi Total Latsarmil Usai 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia

waktu baca 2 menit
Senin, 29 Jun 2026 12:09 34 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi VI DPR RI Ida Nurlaela Wiradinata, mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes).

Desakan ini menyusul tragedi tewasnya lima orang peserta dalam pelatihan yang digagas pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Selain menyampaikan duka mendalam, Ida menuntut adanya transparansi penuh dan investigasi independen untuk mengungkap penyebab pasti kematian para peserta secara objektif.

“Kami meminta pemerintah menggelar investigasi yang independen dan terbuka agar penyebab kejadian ini bisa diketahui secara akuntabel,” ujar Ida kepada awak media, Senin (29/6/2026).

Menurut Ida, kompetensi manajer koperasi seharusnya diukur dari profesionalisme manajemen, transparansi keuangan, dan kemampuan membangun kepercayaan masyarakat, bukan melalui pendekatan militeristik.

“Koperasi dibangun untuk menggerakkan ekonomi rakyat, bukan untuk mempertaruhkan keselamatan rakyat. Ketika ada korban jiwa dalam program negara, yang dibutuhkan bukan pembenaran, melainkan evaluasi menyeluruh dan pertanggungjawaban yang transparan kepada publik,” ujarnya.

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu pun mengingatkan pemerintah agar setiap kebijakan didasarkan pada kebutuhan substantif, bukan sekadar simbolik yang mengabaikan keselamatan warga.

Senada dengan Ida, Anggota Komisi VI DPR lainnya Rahmat Saleh, juga memberikan catatan kritis kepada pemerintah terkait bobot materi Latsarmil.

Ia menilai, fokus utama program ini seharusnya adalah pembekalan manajerial dan pemahaman yang utuh mengenai koperasi, bukan gemblengan fisik yang berlebihan.

“Kita harus paham bahwa tujuan dasar kita untuk memberikan pembekalan terhadap manajer-manajer yang sedang dilatih ini adalah bagaimana mereka pertama mempunyai kemampuan dan pemahaman yang utuh terkait dengan koperasi,” kata Rahmat kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, mengatakan bahwa pihaknya sebagai mitra kerja Kementerian Koperasi, mempertanyakan relevansi dan kecocokan latihan fisik ala militer dengan output yang ingin dicapai dari program tersebut.

“Menurut kami yang paling utama adalah perlu dievaluasi terkait program ini dan manfaatnya dan juga kecocokannya untuk tujuan para partisipan ini menjadi pengurus Koperasi Desa Merah Putih,” kata Adi sapaannya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Adi menekankan bahwa aspek yang paling krusial bagi calon pengurus koperasi adalah kapasitas intelektual dan manajerial, bukan ketahanan fisik yang berlebihan.

“Kita kan tidak sedang membina atlet olahraga. Kita sedang mencari dan membina orang-orang yang nanti mumpuni untuk mengelola koperasi. Jadi saya kira tidak perlu diberhentikan, tetapi dievaluasi menyeluruh. Mana yang relevan, mana yang tidak,” tegasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 hours ago
6 hours ago
1 day ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor