Pertemuan antara Prabowo Subainto dengan Joko Widodo (Jokowi) di Kertanegara. Foto: Tangkapan Layar Instagram Prabowo. TODAYNEWS.ID – Pengamat politik Yusak Farchan memandang safari politik yang dilakukan Jokowi tidak akan memengaruhi hubungan politiknya dengan Presiden Prabowo Subianto.
“Jokowi dan Prabowo sama-sama sedang menjaga keseimbangan politik,” katanya kepada TODAYNEWS, Senin (29/6/2026).
Ia menilai, Jokowi dan Prabowo memiliki kepentingan politik yang berbeda. Jokowi ingin agar Gibran bisa mendampingi Prabowo di 2029.
“Jokowi sedang menekan Prabowo dengan proposal Prabowo-Gibran dua periode, sementara Prabowo cenderung kebalikannya, belum tentu mengambil Gibran sebagai cawapres,” katanya.
Ia menilai, partai pendukung koalisi pemerintahan tidak ingin agar Prabowo menggandeng Gibran sebagai cawapres di Pilpres 2029 mendatang.
“Saya kira inilah yang sedang menjadi bahan negoisasi politik antara Prabowo dan Jokowi,” tuturnya.
Sebelumnya, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi meminta seluruh struktur di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bekerja keras. .
Pernyataan itu disampaikan Jokowi dalam Rapat Kerja Daerah DPD PSI Kota Bandar Lampung pada Sabtu (27/6/2026) lalu.
“Kalau itu betul-betul kita lakukan dan kita laksanakan di lapangan, target kita ini bukan target kecil,” kata Jokowi.
Jokowi menargetkan PSI mendapatkan suara besar di pemilihan legislatif (pileg). Ia yakin PSI bisa lolos Senayan.
“Bukan target masuk Senayan, masuk Senayan itu insyaallah masuk. Masuk Senayan saya mau masuk, tapi angka yang kita targetkan itu angka yang tidak kecil, targetnya itu target besar,” ujarnya.