x

Prabowo Buka-bukaan Alasan Gandeng Banyak Profesor di Posisi Kunci Pemerintahan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 27 Jun 2026 16:04 36 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto blak-blakan mengungkap alasan di balik keputusannya melibatkan banyak kalangan akademisi dan profesor dalam posisi-posisi strategis di pemerintahannya.

Di hadapan para rektor, peneliti, dan ilmuwan yang hadir dalam forum tersebut, Prabowo mengatakan bahwa perubahan besar dan kemajuan suatu bangsa tidak pernah lepas dari peran para pemikir terbaik.

Hal itu ditegaskan Prabowo saat membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (26/6/2026).

“Saya dari awal sangat sadar peran dan penting para ilmuwan, para guru besar, dan karena itu, kalau Saudara simak hampir di setiap bidang pemerintahan yang kunci, saya ikut sertakan profesor-profesor dalam posisi-posisi yang sangat menentukan,” kata Prabowo.

Ia memandang, dalam sejarah peradaban manusia mencatat bahwa lompatan besar selalu dipicu oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, mulai dari era agraris hingga era modern saat ini.

Oleh karena itu, Prabowo menilai perguruan tinggi memiliki posisi yang sangat strategis sebagai lumbung inovasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkewajiban merumuskan kebijakan yang berpijak pada sains untuk menyelesaikan masalah rakyat.

“Karena itu setiap inovasi, setiap perubahan, setiap kemajuan di setiap bangsa selama peradaban manusia selalu berasal dari pemikir-pemikir yang terbaik,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menegaskan bahwa keyakinan tersebut menjadi dasar dirinya melibatkan banyak kalangan akademisi dan profesor dalam posisi-posisi strategis pemerintahan.

Menurut Presiden, kehadiran para ilmuwan menjadi faktor penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional.

Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa keberhasilan sebuah organisasi maupun negara tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau kelengkapan peralatan, melainkan oleh kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikannya.

Ia pun mengibaratkan kepemimpinan seperti seorang nahkoda yang hanya dapat membawa kapal mencapai tujuan apabila didukung oleh awak yang andal.

“It is not the technology, it is not the equipment, it is the men and the women behind the equipment. Ini yang kita sadari. Percuma kita punya pesawat yang paling canggih, pilotnya tidak andal,” tutur Presiden.

Melalui forum KSTI 2026 ini, Prabowo berharap dialog antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri dapat dapat melahirkan gagasan-gagasan strategis yang memperkuat pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia unggul.

Ia mengapresiasi inisiatif sarasehan ini sebagai ruang untuk melahirkan gagasan strategis demi membangun pondasi Indonesia yang berbasis pada SDM unggul dan iptek.

“Jadi saudara-saudara, dengan kesadaran itu, saya sangat berterima kasih atas inisiatif konvensi ini yang mengikutsertakan sebuah sarasehan kebangsaan,” pungkas Prabowo.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

22 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor