x

Tiga Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal saat Latsarmil, Kemhan Evaluasi Program

waktu baca 3 menit
Kamis, 25 Jun 2026 11:01 27 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI mengonfirmasi satu calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil). Dengan adanya kasus terbaru tersebut, total tiga calon manajer KDKMP dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia selama mengikuti Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

“Benar, Kementerian Pertahanan telah menerima laporan mengenai meninggalnya salah satu peserta Program SPPI KNMP Tahun 2026 atas nama Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta,” kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Rabu (24/6/2026).

Rico menjelaskan, Novia mulai mengalami gangguan kesehatan pada 22 Juni 2026 dan segera mendapatkan penanganan dari tim kesehatan di satuan tempatnya menjalani pendidikan.

Karena kondisi kesehatannya terus menurun, Novia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa untuk memperoleh perawatan lanjutan.

“Meskipun telah memperoleh perawatan intensif, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia pada 23 Juni 2026. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit Tuberkulosis (TB),” jelas dia.

Menurut Rico, sebelum mengikuti program, Novia bersama seluruh peserta lainnya telah melalui seluruh tahapan seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi syarat mengikuti pendidikan.

“Sejak munculnya keluhan kesehatan, tim medis satuan dan rumah sakit telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur yang berlaku,” tegas dia.

Rico mengatakan Kemhan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah. Saat ini, Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional serta penyelenggara pendidikan sedang melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program sekaligus memperkuat pengawasan kesehatan peserta agar aspek keselamatan menjadi prioritas utama.

Sebelumnya, pada 23 Juni 2026, Kemhan juga mengumumkan dua calon manajer KDKMP dan KNMP meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Peserta pertama, Anisa Muyassaroh, mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) VI/Mulawarman, Balikpapan.

“(Anisa) mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit. Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke,” ujar Rico.

Peserta kedua, Yonanda Muhammad Taufiq, mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Pendidikan dan Latihan Tempur (Puslatpur) Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklatad) Baturaja.

“(Taufiq) mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan oleh tenaga kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit. Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest (henti jantung),” ungkap dia.

Sebelumnya, Kemhan menyatakan sebanyak 30.000 calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). Selain itu, sebanyak 5.476 calon manajer Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) juga dijadwalkan mengikuti pelatihan tersebut.

“Jumlah peserta yang direncanakan mengikuti program tersebut sekitar 35.476 orang, terdiri dari sekitar 30.000 calon pengelola KDKMP dan 5.476 calon pengelola KNMP,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Rabu (17/6/2026).

Rico mengatakan, Latsarmil Komcad dipadukan dengan pelatihan manajerial serta peningkatan kompetensi sesuai kebutuhan pengelolaan koperasi dan kampung nelayan.

“Pelatihan direncanakan dilaksanakan di 67 satuan pendidikan (Satdik) yang tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Rico.

Rico menambahkan, pelatihan aspek kedisiplinan dan bela negara direncanakan berlangsung selama 30 hari.

“Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan manajerial selama 15 hari yang disusun bersama kementerian teknis terkait,” pungkas dia.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 hours ago
16 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor