TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi XII sekaligus Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Cornelis, terus menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Barat.
Hal ini ditegaskannya saat menggelar kunjungan kerja (kunker) ke Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat (Kalbar) I pada 19–20 Juni 2026
Dalam agenda kunker tersebut, Cornelis turun langsung menyerap aspirasi masyarakat di tiga desa dan enam dusun yang berada di wilayah Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Adapun wilayah yang dikunjungi meliputi Desa Ubah, Desa Sebatih, dan Desa Saham.
Kehadiran politisi senior PDI Perjuangan itu disambut hangat oleh jajaran kepala desa, sekretaris desa, hingga kepala dusun yang memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan riil masyarakat setempat.
Selain menyerap aspirasi, Cornelis juga memberikan bantuan pemenuhan gizi masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, khususnya dalam upaya pengentasan stunting dan peningkatan kualitas generasi masa depan.
Cornelis mengatakan, pembangunan generasi penerus harus dimulai sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan hingga periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).
Menurutnya, pemenuhan gizi menjadi fondasi penting agar anak-anak Kalimantan Barat dapat tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki daya saing.
“Pembangunan generasi Indonesia ke depan harus kita persiapkan sejak awal. Mulai dari dalam kandungan sampai usia 1.000 hari pertama kehidupan, kebutuhan gizi harus diperhatikan,” ujar Cornelis dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa pemenuhan gizi tidak selalu harus menggunakan bahan makanan yang mahal. Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan sumber protein yang mudah didapat dan terjangkau, seperti ikan sungai dan telur ayam.
“Protein itu tidak harus mahal. Banyak sumber makanan yang mudah kita dapatkan di sekitar kita, seperti ikan sungai dan telur ayam. Yang penting bagaimana anak-anak kita mendapatkan asupan yang cukup agar tumbuh sehat,” katanya.
Cornelis menambahkan, generasi yang sehat akan menjadi modal utama dalam menghadapi masa depan, terutama ketika mereka memasuki dunia pendidikan.
“Nanti mereka harus sekolah. Kalau gizinya baik, kesehatannya baik, maka mereka bisa menjadi anak-anak yang cerdas dan pintar. Kita ingin generasi penerus Kalbar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, pintar dan berani,” jelasnya.
Selain persoalan gizi, Cornelis juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pola hidup sehat. Ia menyoroti perlunya fasilitas sanitasi yang layak, termasuk ketersediaan toilet di rumah masyarakat.
“Selain makanan, lingkungan juga harus diperhatikan. Rumah harus bersih, lingkungan harus sehat, dan fasilitas sanitasi seperti WC juga harus tersedia. Ini bagian dari upaya membangun kualitas hidup masyarakat,” tegas Cornelis.
Melalui kunjungan kerja tersebut, Cornelis berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan perangkat desa dapat terus berjalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mempersiapkan generasi Kalimantan Barat yang unggul di masa depan.