x

Rumor Malut United dan Adhyaksa FC Pindah Markas, I.League Tegaskan Belum Ada Pengajuan Resmi

waktu baca 3 menit
Minggu, 21 Jun 2026 17:00 37 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Operator kompetisi sepak bola Indonesia, I.League, akhirnya angkat bicara terkait rumor perpindahan markas yang melibatkan dua klub peserta Super League 2026-2027, yakni Malut United dan Adhyaksa FC.

Isu tersebut belakangan ramai diperbincangkan karena kedua klub disebut tengah menyiapkan identitas baru seiring rencana relokasi kandang.

Malut United dikabarkan akan meninggalkan Maluku Utara dan berpindah ke Jawa Tengah. Klub tersebut bahkan disebut berpotensi berganti nama menjadi Jateng United dengan Stadion Jatidiri di Semarang sebagai markas baru.

Di sisi lain, Adhyaksa FC yang baru promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia diisukan bakal mengisi kekosongan yang ditinggalkan Malut United. Klub itu disebut akan bermarkas di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, serta menggunakan nama Persiter.

Selain opsi ke Ternate, Adhyaksa FC juga dikabarkan menjajaki kemungkinan pindah ke Kalimantan Tengah. Kota Palangka Raya dan Stadion Tuah Pahoe disebut menjadi alternatif yang sedang dipertimbangkan klub milik Kejaksaan Republik Indonesia tersebut.

Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang, Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, menegaskan pihaknya belum menerima pengajuan resmi terkait perpindahan markas maupun perubahan identitas klub tersebut.

“Yang pasti kami berbicara dalam lingkup fungsi dan tata kelola sebuah organisasi sepak bola. Kalau secara spesifik, memang kami belum mendapatkan sesuatu yang resmi,” kata Asep dalam perbincangan bersama awak media bertajuk I.League Talk di Jakarta, dikutip Minggu (21/6/2026).

Meski demikian, Asep mengungkapkan bahwa I.League sudah menerima tembusan surat yang berkaitan dengan rencana perubahan tersebut. Namun, surat itu belum dapat dijadikan dasar bagi operator kompetisi untuk memberikan keputusan atau tanggapan lebih lanjut.

“Namun memang ada satu surat yang ditembuskan kepada kami terkait perubahan tersebut,” tambahnya.

Asep menjelaskan bahwa setiap perubahan yang dilakukan klub harus mengikuti mekanisme yang berlaku dalam struktur organisasi sepak bola Indonesia. Karena itu, proses tersebut tetap harus melalui jalur dan persetujuan yang ditetapkan oleh PSSI.

Menurut dia, I.League saat ini belum berada pada posisi untuk memberikan penilaian lebih jauh terhadap rumor yang berkembang. Operator kompetisi masih menunggu kejelasan dan dokumen resmi dari pihak terkait.

Asep juga mengingatkan bahwa klub yang melakukan perubahan setelah proses Club Licensing 2025-2026 berpotensi menghadapi konsekuensi dalam aspek kompetisi. Peringatan itu berlaku tidak hanya untuk Malut United dan Adhyaksa FC, tetapi juga klub lain yang memiliki rencana serupa.

Ia menjelaskan bahwa seluruh peserta liga telah menyelesaikan proses Club Licensing sebagai syarat mengikuti kompetisi musim 2026-2027. Data dan dokumen yang diserahkan dalam proses tersebut menjadi dasar bagi klub untuk berkompetisi sepanjang musim.

“Dari sisi kompetisi, ada proses yang sudah kami tetapkan sejak awal musim lalu, bahkan untuk kompetisi musim 2026-2027. Salah satunya berkaitan dengan lima aspek dalam Club Licensing, termasuk aspek infrastruktur,” kata Asep.

“Misalnya terkait stadion. Apa yang di-submit dalam siklus lisensi 2026 yang berakhir pada Mei lalu, itulah yang menjadi dasar bagi klub untuk berkompetisi pada musim 2026-2027. Jika ada perubahan setelah itu, tanpa mengintervensi mekanisme perubahan yang ada di organisasi, tentu ada konsekuensi dalam aspek kompetisi,” pungkasnya.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor