x

Trump Akui Ekonomi Global Jadi Alasan Utama AS Akhiri Perang dengan Iran

waktu baca 3 menit
Jumat, 19 Jun 2026 15:26 27 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap alasan utama di balik keputusan Washington menyetujui nota kesepahaman (MoU) perdamaian dengan Iran. Menurutnya, kekhawatiran terhadap dampak ekonomi global menjadi faktor yang lebih menentukan dibanding pertimbangan militer.

Trump menyampaikan pernyataan itu dalam wawancara dengan media Amerika Serikat, Axios. Ia mengaku memiliki opsi untuk melanjutkan operasi militer terhadap Iran selama beberapa pekan tambahan.

Namun, Trump menilai langkah tersebut berisiko memicu konsekuensi ekonomi yang jauh lebih besar. Ia khawatir konflik berkepanjangan akan mengganggu stabilitas pasar energi dunia.

Menurut Trump, ancaman terbesar bukan lagi serangan balasan Iran atau eskalasi militer di kawasan. Ancaman yang lebih serius adalah terganggunya distribusi energi global melalui Selat Hormuz.

Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu jalur terpenting bagi perdagangan minyak dunia. Gangguan di kawasan itu dinilai dapat memicu krisis ekonomi lintas negara.

Trump mengatakan perang yang terus berlanjut berpotensi membuat jalur pelayaran energi tersebut tidak dapat beroperasi secara normal. Kondisi itu dikhawatirkan akan memukul pasokan minyak global dalam waktu lama.

“Satu-satunya cara saya bisa bersikap lebih keras adalah jika saya masuk ke sana selama dua atau tiga minggu lagi dan terus membombardir mereka habis-habisan,” kata Trump. Ia kemudian mempertanyakan manfaat dari kelanjutan operasi militer tersebut.

Trump menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz dapat membawa dampak yang sangat luas bagi perekonomian dunia. Ia bahkan menyebut risiko tersebut bisa memicu depresi ekonomi global.

“Kita tidak akan memiliki minyak selama berbulan-bulan. Ini adalah jenis hal yang dapat menyebabkan depresi di seluruh dunia,” ujarnya.

Meski memilih jalur damai, Trump tetap mengeklaim Amerika Serikat unggul secara militer selama konflik berlangsung. Ia menolak anggapan bahwa perang tersebut menunjukkan keterbatasan kekuatan Washington.

“Tidak ada batasan. Saya belum memetik pelajaran tersebut. Saya tahu ada batasan, tetapi tidak ada batasan. Kita telah mengalahkan mereka sepenuhnya secara militer,” tegas Trump.

Trump juga membanggakan kemampuan militer negaranya dalam menerapkan blokade terhadap Iran. Ia menyebut tidak ada negara lain yang mampu menjalankan operasi serupa dengan efektivitas yang sama.

“Kita memiliki militer terkuat di dunia, jauh melampaui siapa pun. Siapa lagi yang bisa melakukan blokade seperti itu?” kata Trump.

MoU yang ditandatangani secara elektronik oleh Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 17 Juni 2026 menjadi titik akhir konflik yang berlangsung selama tiga bulan. Kesepakatan itu mencakup penghentian permusuhan di berbagai front, termasuk Lebanon.

Selain mengatur gencatan senjata selama 60 hari, MoU juga membuka jalan bagi pencabutan blokade Amerika Serikat terhadap Iran dan pemulihan aktivitas perdagangan di Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut turut memuat rencana pembahasan program rekonstruksi ekonomi Iran senilai US$300 miliar.

Trump bahkan menyebut kesepakatan itu dapat dipandang sebagai kemenangan bagi Amerika Serikat. “Iya, itu mungkin memang penyerahan diri tanpa syarat,” ucapnya.

Meski demikian, pernyataannya menunjukkan bahwa faktor ekonomi memainkan peran sentral dalam keputusan mengakhiri perang. Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dan ancaman depresi ekonomi global akhirnya menjadi pertimbangan utama dibanding kelanjutan operasi militer.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 hours ago
21 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor