x

Geopolitik Global Picu Fluktuasi Pangan Hingga Anomali CPO

waktu baca 3 menit
Rabu, 10 Jun 2026 23:00 33 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID –  Anggota Komisi IV DPR RI Dadang Naser, menilai ketegangan geopolitik dan konflik internasional saat ini berdampak nyata pada perekonomian domestik. Salah satu dampak paling signifikan dirasakan masyarakat adalah fluktuasi harga pangan serta terhambatnya distribusi bahan pokok.

Dadang mengatakan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta dinamika ekonomi global mempengaruhi biaya distribusi pangan dan bahan baku di dalam negeri.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi global yang sedang mencamuk memengaruhi situasi perekonomian berbagai negara, termasuk Indonesia. Dampaknya terasa pada pergeseran harga-harga kebutuhan pokok,” kata Dadang kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Dadang memaparkan, sejumlah komoditas pangan lokal seperti cabai dan bawang saat ini mengalami kenaikan harga. Di sisi lain, pemerintah masih terus berupaya menjaga stabilitas harga beras melalui kebijakan distribusi dan pengelolaan cadangan pangan nasional.

​Berdasarkan hasil rapat kerja bersama sejumlah mitra terkait, Dadang menekankan pentingnya percepatan distribusi Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Langkah taktis ini mendesak dilakukan karena gudang penyimpanan di berbagai wilayah mulai kelebihan muatan.

“Cadangan beras harus segera didistribusikan karena gudang-gudang sudah penuh dan kita bersiap menghadapi panen raya selanjutnya,” katanya.

Selain masalah distribusi, legislator Fraksi Golkar ini juga menyoroti pentingnya keberpihakan anggaran terhadap masyarakat berpenghasilan rendah. Ia meminta pemerintah memastikan program subsidi disalurkan secara akurat.

​“Bantuan yang disalurkan pemerintah harus tepat sasaran dan tepat guna, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang paling terdampak,” tegas Dadang.

Ia juga mengakui masih adanya tantangan dalam menjaga stabilitas harga sejumlah komoditas yang bergantung pada impor, seperti bawang putih. Ketergantungan terhadap pasar internasional membuat harga komoditas tersebut rentan mengalami fluktuasi.

Selain faktor impor, perubahan pola tanam di berbagai daerah juga dinilai turut memengaruhi ketersediaan dan harga sejumlah komoditas pangan lokal.

Anomali Harga CPO dan Dugaan Permainan Pasar

Lebih lanjut, Dadang mengungkapkan adanya keluhan dari petani terkait penurunan harga telur, daging, dan komoditas perkebunan seperti minyak sawit mentah (CPO). Menurutnya, kondisi tersebut menjadi anomali karena terjadi di tengah penguatan nilai tukar dolar AS.

Ia mempertanyakan mengapa harga ekspor beberapa komoditas justru mengalami penurunan ketika nilai dolar sedang tinggi.

“Ada keanehan ketika dolar melambung, tetapi harga ekspor beberapa komoditas malah turun, terutama CPO,” kata Dadang.

Ia menduga terdapat praktik-praktik tertentu yang dimainkan oleh oknum di rantai perdagangan komoditas sehingga harga yang diterima produsen dalam negeri tidak sebanding dengan harga jual di pasar global.

Karena itu, Dadang meminta seluruh pihak untuk mencermati kondisi tersebut secara objektif dan melakukan pengawasan agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan di tengah situasi ekonomi yang sulit.

Terkait kemungkinan adanya pelanggaran atau praktik permainan harga oleh oknum tertentu, Dadang menegaskan bahwa proses penindakan merupakan kewenangan aparat penegak hukum (APH).

Menurutnya, pemerintah, termasuk Presiden, telah memberikan arahan agar seluruh pihak meningkatkan loyalitas kepada negara dan mengedepankan kepentingan nasional dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

“Kalau terkait punishment, itu menjadi ranah aparat penegak hukum. Presiden juga sudah memberikan arahan agar semua pihak loyal terhadap negara dan bersama-sama menghadapi berbagai persoalan yang ada,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

16 hours ago
19 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit