x

Cegah Virus Ebola Masuk RI, Legislator Minta Barantin Tingkatkan Kewaspadaan dan Langkah Antisipasi

waktu baca 2 menit
Rabu, 10 Jun 2026 20:00 32 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi IV DPR RI Nevi Zuairina, meminta Badan Karantina Indonesia (Barantin) untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi penyebaran virus Ebola agar tidak masuk ke dalam negeri.

Langkah preventif ini dinilai krusial mengingat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan darurat terkait penyebaran virus mematikan tersebut di sejumlah negara Afrika.

“Virus Ebola ini kan akibat infeksi virus dari genus orthoebolavirrus. Penyakit ini berasal dari hewan liar laku menyebar ke manusia. Nah, itu perlu diantisipasi oleh Barantin terutama ya daerah-daerah mana yang sedang virus hamanya merajalela di negaranya,” kata Nevi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Politisi PKS itu menambahkan, bahwa antisipasi ekstra harus dilakukan Barantin mengingat virus seperti Ebola berpotensi dibawa oleh hewan liar dan menular ke manusia.

Karena itu, ia meminta Barantin untuk memetakan dan memperketat pengawasan terhadap komoditas yang berasal dari negara-negara yang tengah dilanda wabah.

Sebagai lembaga yang memegang peran vital dalam menjaga stabilitas biosecurity, Nevi mendorong Barantin untuk memperketat perlindungan hayati dan keanekaragaman tanaman serta satwa Indonesia dari ancaman virus dan hama luar negeri.

“Nah, ini kita minta kepada Badan Karantina Indonesia agar membuat sertifikat internasional setiap labnya, kalau nggak salah ada 30 lebih lab, dan itu baru tempat lokasi ekspor-impornya resmi,” ujar Nevi.

“Barantin agar betul-betul memantau barang-barang impor dari luar terutama di fasilitasi dengan SDM berkualitas, dengan laboratorium yang sertifikasi internasional dan tentu dengan pengawasan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nevi mengatakan, meski pengawasan di pintu masuk resmi, seperti bandara dan pelabuhan laut relatif terpantau baik. Namun, ia memberikan catatan kritis terkait lemahnya pengawasan di jalur-jalur darat yang kerap menjadi pintu masuk ilegal bagi komoditas impor.

“Nah kalau terbang sama laut bisa dipantau, tapi darat ini nggak ada yang mantau. Nah yang seperti ini itu pemerintah harus hati-hati ya. Jangan sampai kita kemasukan virus hama dari luar ya dan akan menghancurkan keanekaan ragaman hayati kita di Indonesia,” tuturnya.

Meskipun hingga kini pemerintah Indonesia belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai adanya temuan virus Ebola yang masuk ke tanah air, legislator Dapil Sumatra Barat II itu mengingatkan agar semua pihak tidak lengah terhadap virus tersebut.

“Walaupun belum clear (masuk ke Indonesia), kita juga harus hati-hati karena ternyata virus Ebola ini semakin banyak masuk ke negara-negara di luar negara asalnya,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

13 hours ago
16 hours ago
24 hours ago
1 day ago
2 days ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit