x

Cegah Modus Baru Narkotika, Barantin Bakal Integrasikan Sistem Data ‘Best Trust’ dengan BNN

waktu baca 3 menit
Kamis, 4 Jun 2026 23:00 35 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dalam menutup celah penyelundupan narkotika melalui jalur perdagangan dan lalu lintas komoditas hewan, ikan, serta tumbuhan.

Hal itu disampaikan Kepala Barantin Abdul Kadir Karding dalam konferensi pers, usai melakukan pertemuan dengan Kepala BNN Suyudi Ario Seto, di Kantor Barantin, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Awalnya, Karding mengatakan bahwa perkembangan modus penyelundupan narkotika saat ini membutuhkan pengawasan yang ekstra di setiap pintu-pintu masuk negara, bandara, hingga pelabuhan.

“Kita tahu bersama bahwa model, modus-modus narkoba, narkotika itu terus berkembang, dan tidak sedikit yang lewat border-border yang menjadi kewenangan Badan Karantina,” kata Karding.

Karding mengungkapkan bahwa saat ini jenis-jenis narkotika telah mengalami berbagai perubahan bentuk, sehingga Barantin butuh berkolaborasi dengan BNN.

“Nah, kita tadi bicara dengan Pak Kepala BNN bagaimana mengantisipasi dan mengendalikan peredaran dan masuknya narkoba itu terutama dari luar atau antar-pulau yang kira-kira Barantin bisa membantu,” lanjut Karding.

Untuk itu, kata Karding, dalam penanganan pencegahan masuknya peredaran narkotika di dalam negeri, tidak bisa jika hanya berpangku tangan kepada BNN.

“Dalam prinsip kita kan begini, bahwa memang BNN itu sebagai core-nya, sebagai leader-nya, tetapi untuk mengendalikan narkoba di Indonesia itu tidak boleh oleh BNN saja. Semua harus terlibat karena ini menyangkut generasi emas,” kata Karding.

“Kata beliau (Kepala BNN) jangan sampai nanti kita jadi generasi cemas, ya kan?” tambah Karding berseloroh.

Lebih lanjut, Karding mengatakan, untuk mewujudkan generasi emas di tahun 2045 diperlukan keseriusan semua lembaga negara untuk untuk bekerjasama dalam memberantas dan mencegah masuk narkotika.

“Generasi emas yang kita canangkan 2045 ini harus betul-betul kita kawal bersama. Salah satu faktor paling utama adalah bagaimana menghindarkan anak-anak kita terutama anak sekolah, SD, SMP, Pondok Pesantren itu tidak kena masalah soal narkoba,” ujarnya.

Untuk itu, dalam kerja sama ini, Barantin akan memaksimalkan pemeriksaan dan pengawasan di setiap pintu masuk seperti perbatasan, bandara, pelabuhan dan lain sebagainya.

“Nah, apa yang bisa dikerjasamakan dengan Barantin? Barantin ini kan kita ketahui border terdepan di perbatasan, kemudian di pelabuhan, di bandara, dan lain sebagainya. Nah, kita punya selain tim, kita juga punya sistem yang namanya sistem penelusuran, pengecekan dini, dan lain sebagainya,” jelas Karding.

“Nah, ini yang coba kita dorong agar modus-modus baru yang disampaikan tadi ini oleh BNN disampaikan kepada tim kita bahwa ini ada modus baru, ini ada caranya seperti ini dan lain sebagainya, sehingga kita bisa bantu mereka deteksi, itu satu,” tambah Karding.

Selain itu, Barantin lanjut Karding, juga memiliki sistem data bernama Best Trust yang memungkinkan pemantauan informasi secara real-time untuk mendukung deteksi dini di titik masuk negara.

“Kita punya namanya Best Trust, sistem data yang cukup bagus, artinya bisa real-time dan cepat. Nah, itu nanti akan kita konekkan

dengan punyanya BNN. Jadi begitu kita melihat di border itu ada yang mencurigakan, kita langsung lapor, ‘Pak ini ada yang mencurigakan’,” urai Karding.

Lebih lanjut, Barantin dan BNN juga akan membentuk tim gabungan di lapangan. Kerja sama tim ini akan difokuskan pada titik-titik rawan tertentu sebagai langkah antisipasi dan pencegahan dini.

“Untuk itu kita sepakat untuk membangun Perjanjian Kerja Sama atau PKS dalam waktu sesingkat-singkatnya ke depan,” demikian Karding menutup keterangannya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit