x

Dolar AS Menguat, Rupiah Kembali Tertekan hingga Sentuh Rp18.000

waktu baca 2 menit
Kamis, 4 Jun 2026 10:23 36 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali berada di bawah tekanan. Pada perdagangan Kamis pagi, mata uang Garuda melemah 0,27 persen hingga mencapai Rp18.015 per dolar AS.

Level tersebut menjadi salah satu posisi terlemah rupiah dalam beberapa waktu terakhir. Selain itu, kondisi ini juga menandai mata uang Indonesia yang kembali mendekati level psikologis baru di kisaran Rp18.000 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah mencerminkan kuatnya tekanan eksternal yang muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Di saat yang sama, sentimen domestik juga dinilai belum cukup mendukung pergerakan mata uang nasional.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah tensi geopolitik yang meningkat di Timur Tengah,” kata Lukman kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Selain faktor geopolitik, penguatan dolar AS turut didorong oleh sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang hasilnya melampaui ekspektasi pasar.

Data ketenagakerjaan AS dan indeks aktivitas sektor jasa yang dirilis Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan kondisi ekonomi yang lebih kuat dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Kombinasi berbagai faktor tersebut meningkatkan permintaan terhadap dolar AS. Akibatnya, mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, ikut mengalami tekanan.

Sementara itu, dari sisi domestik, sentimen pasar dinilai masih belum cukup kuat untuk menjadi penopang pergerakan rupiah di tengah derasnya tekanan eksternal.

Meski demikian, Lukman menilai pelemahan rupiah berpotensi tertahan oleh langkah-langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia (BI). Dengan posisi kurs yang kembali mendekati level psikologis baru, bank sentral diperkirakan akan meningkatkan intensitas intervensi di pasar keuangan guna menjaga stabilitas nilai tukar.

“Sentimen domestik yang masih buruk, namun kembali mendekati level psikologi baru, kemungkinan Bank Indonesia akan mengintervensi secara agresif,” tambahnya.

Berdasarkan analisis tersebut, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih akan berlangsung fluktuatif dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

24 hours ago
1 day ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit