Mendiang Ayatollah Seyed Ali Khamenei. TODAYNEWS.ID – Pemerintah Kota Teheran tengah merampungkan persiapan upacara perpisahan selama tiga hari dan prosesi pemakaman 24 jam untuk Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei.
Sebagai informasi, Pemimpin tertinggi Iran itu dilaporkan gugur pada 28 Februari lalu, atau di hari pertama agresi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Wakil Walikota Teheran Bidang Kebudayaan dan Sosial, Mohammad Amin Tavakolizadeh, mengonfirmasi bahwa seluruh persiapan untuk penghormatan terakhir “Imam Syahid” ini melibatkan berbagai lembaga nasional serta pemerintah daerah dari seluruh penjuru negeri.
“Rangkaian acara perpisahan tiga hari dan prosesi pemakaman 24 jam akan dipusatkan di Teheran. Saat ini kami sedang memfinalisasi lokasinya, antara Musalla (Aula Doa Agung) Teheran dan mausoleum pendiri Republik Islam, Imam Khomeini,” ujar Tavakolizadeh pada Selasa (2/6/2026) seperti dilaporkan kantor berita Tasnim.
Setelah prosesi panjang di ibu kota selesai, kemudian jenazah mendiang Ayatollah Khamenei akan dipindahkan ke kota suci Qom dan kemudian ke Mashhad untuk upacara serupa.
“Berdasarkan rekomendasi yang diberikan oleh pihak berwenang terkait, tempat pemakaman terakhir Ayatollah Seyed Ali Khamenei adalah makam suci Imam Reza (AS) di kota Mashhad, timur laut Pakistan,” tambahnya.
Pejabat tersebut menjelaskan bahwa mengingat letak geografis Mashhad, para pejabat memperkirakan kota itu akan menjadi tuan rumah bagi sejumlah besar peziarah asing, khususnya dari Pakistan, Afghanistan, India, Bangladesh, dan wilayah Kashmir.
Lebih lanjut, Tavakolizadeh mengatakan bahwa organisasi Astan Quds Razavi dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Provinsi Khorasan Razavi telah menyiapkan pengaturan khusus untuk menjamu para peziarah dan melaksanakan upacara pemakaman.