Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan kepada awak media saat menghadiri kegiatan Iduladha di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu, terkait optimisme pencapaian target pendapatan negara 2026 seiring membaiknya kinerja penerimaan pajak dan bea cukai. (Foto: Dok. ANTARA) TODAYNEWS.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis target pendapatan negara 2026 dapat tercapai seiring membaiknya kinerja penerimaan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Ia menilai tren positif tersebut mulai terlihat setelah pemerintah melakukan restrukturisasi di lingkungan DJP dan DJBC.
“Jadi, kelihatannya target tahun ini (2026) akan baik. (Kinerja) Bea Cukai juga akan bagus juga, jadi kita sudah melihat hasil dari proses restrukturisasi di pajak dan di Bea Cukai,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu.
Selain restrukturisasi, peningkatan kinerja penerimaan juga diperkuat lewat pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), untuk mendorong efisiensi sekaligus mengoptimalkan pemasukan negara.
Bendahara Negara itu juga menyoroti implementasi sistem Coretax yang mulai menunjukkan dampak positif meski masih mendapat sejumlah masukan dari wajib pajak (WP).
“Jadi, harusnya sih lebih efisien. Kalau anda lihat Coretax yang dulunya banyak di protes. Sekarang juga masih ada protes, tapi kan udah sedikit. Tapi kinerja Coretax bisa meningkatkan pendapatan dari pajak yang kurang cukup signifikan. Karena dengan Coretax, semuanya dihitung hampir otomatis. Jadi, orang enggak bisa lari,” ujar dia.
Adapun target Pendapatan Negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 ditetapkan sebesar Rp3.153,6 triliun.
Sementara itu, realisasi pendapatan negara hingga April 2026 telah mencapai Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).