x

Lubang Tembok Rel yang Dijebol Diduga Jadi Akses Tawuran di Klender Jaktim

waktu baca 3 menit
Senin, 25 Mei 2026 15:35 26 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur menyoroti keberadaan dua lubang besar pada tembok pembatas rel kereta api di sekitar lokasi bentrokan di Klender, Jakarta Timur (Jaktim), yang diduga menjadi akses bagi warga yang terlibat tawuran.

“Lokasi tawuran berada di wilayah Kebon Singkong, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit. Diduga mereka terlibat tawuran dengan warga Cipinang Jagal, Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulogadung, yang lokasinya berseberangan dengan rel kereta api dan Jalan I Gusti Ngurah Rai tersebut,” kata Kepala Satpol PP Jakarta Timur Muhammadong di Jakarta, Senin.

Insiden tawuran yang pecah di Jalan I Gusti Ngurah Rai, kawasan perbatasan Klender dan Kelurahan Cipinang Muara, Jakarta Timur, pada Senin (25/5) pagi memunculkan sorotan terhadap lemahnya pengawasan akses di sekitar jalur rel kereta api.

Bentrokan yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB itu melibatkan dua kelompok warga yang diduga berasal dari kawasan Kebon Singkong, Duren Sawit, serta Cipinang Jagal, Pulogadung.

Kejadian di jalur utama tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas pagi karena bentrokan berlangsung di tengah jam sibuk saat warga berangkat bekerja.

Puluhan personel gabungan dari kepolisian, Brimob Polda Metro Jaya, dan Satpol PP langsung diterjunkan untuk membubarkan massa yang terlibat bentrokan. Aparat bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai tawuran yang terjadi di tengah padatnya aktivitas masyarakat.

Muhammadong menyebutkan pihaknya turut mengerahkan sekitar 30 personel untuk membantu proses pembubaran di lapangan bersama unsur kepolisian dan Brimob.

“Kita kerahkan sekitar 30 personel Satpol PP untuk membantu membubarkan aksi tawuran di Jalan I Gusti Ngurah Rai,” ujar Muhammadong.

Meski demikian, tidak ada pelaku yang berhasil diamankan karena seluruh kelompok yang terlibat lebih dulu melarikan diri sebelum aparat melakukan penindakan.

Namun, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa delapan anak panah dan enam selongsong petasan roket yang diduga digunakan dalam bentrokan tersebut.

Sementara itu, Lurah Cipinang Muara Komarudin menegaskan temuan tersebut menjadi perhatian serius. Menurutnya, kondisi itu tidak hanya mengganggu keamanan lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi jalur keluar masuk bagi pelaku tawuran apabila tidak segera ditangani.

“Ditemukan dua lubang besar di tembok pembatas rel. Diduga itu sengaja dijebol untuk akses keluar masuk pelaku,” ungkap Komarudin.

Menindaklanjuti insiden tersebut, pihak kelurahan langsung mengerahkan lima petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk membersihkan sisa material di lokasi, termasuk batu dan puing petasan yang berserakan di jalan.

Meski skala pembersihan tidak terlalu besar, langkah itu dilakukan untuk memastikan akses jalan kembali aman dan tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Hingga pukul 08.20 WIB, personel gabungan masih bersiaga di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan bentrokan susulan. Aparat dari Brimob, Satpol PP, dan kepolisian setempat juga terus melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik rawan.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
1 day ago
3 days ago
4 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x
domain