x

Pemerintah Gandeng TNI untuk Proyek Pengolahan Timbunan Sampah Jadi BBM

waktu baca 2 menit
Selasa, 19 Mei 2026 16:15 28 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan pemerintah akan mengolah timbunan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi bahan bakar minyak (BBM) melalui kerja sama dengan BRIN, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), hingga TNI.

“Sebelumnya sampah diubah menjadi listrik, sekarang kita kerja sama lagi (sampah jadi BBM) dengan TNI, teknologinya dari BRIN dan Dikti,” ujar Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, ketika ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa.

Zulhas menjelaskan, pengolahan sampah jadi BBM merupakan bagian dari transformasi besar dalam sistem pengelolaan sampah nasional. Jika sebelumnya pemerintah lebih berfokus pada pengolahan sampah menjadi energi listrik, kini pendekatannya diperluas untuk memanfaatkan sampah sebagai bahan bakar alternatif.

Saat ini, pemerintah mendorong pemanfaatan timbunan sampah menjadi BBM melalui skema pirolisis, yakni proses penguraian bahan organik dengan pemanasan bersuhu tinggi. Zulhas mengungkapkan ada enam lokasi yang tengah dibidik untuk proyek sampah jadi BBM tersebut.

“Ada enam (lokasi). Ada di Bantargebang, ada di Bandung, ada di Bali,” ucap Zulhas.

Menurut Zulhas, perbedaan utama antara proyek ini dengan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) terletak pada jenis sampah yang digunakan. Untuk proyek PSEL, pemerintah memanfaatkan sampah baru yang terus masuk ke fasilitas pengolahan.

Sedangkan untuk proyek sampah jadi BBM, pemerintah justru akan mengolah timbunan sampah lama yang sudah menumpuk dalam jumlah besar di TPA.

“Kita sudah punya sampah yang menggunung, setinggi gedung 16 lantai. Seperti di Bantargebang. Itu sekarang yang pakai pirolisis. Tumpukan sampah yang tinggi-tinggi itu akan diolah menjadi BBM,” ucap Zulhas.

Dalam paparannya, Zulhas menyebut proyeksi timbunan sampah nasional pada 2029 diperkirakan mencapai 146.780 ton per hari. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah menyiapkan lima opsi teknologi pengolahan sampah sebagai strategi nasional.

Sebanyak 12,4 persen dari total sampah direncanakan diolah melalui pengolahan organik di sumber sampah. Kemudian, 19,8 persen akan diolah melalui TPS-3R (Reduce, Reuse, Recycle) di bank sampah induk.

Selanjutnya, 25,3 persen dari total sampah akan diolah melalui TPST RDF (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu – Refuse Derived Fuel).

Sementara itu, 20 persen sampah akan diolah menggunakan teknologi pirolisis, sedangkan 22,5 persen lainnya akan masuk dalam proyek PSEL.

“Sampah tidak lagi sebagai beban, tetapi sebagai sumber energi dan bagian dari cita-cita kemandirian energi nasional,” kata Zulhas.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

20 hours ago
1 day ago
2 days ago
6 days ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x