x

BI Ungkap Tiga Tantangan yang Harus Diatasi Demi Pertumbuhan Ekonomi RI

waktu baca 3 menit
Senin, 27 Apr 2026 17:15 47 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkap tiga tantangan ekonomi Indonesia yang memerlukan respons tepat guna demi mendorong pertumbuhan. Tantangan tersebut meliputi membangkitkan kepercayaan usaha, memperkuat konsumsi dan investasi, serta memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif di dunia usaha.

“Kita memiliki kerangka kebijakan yang kuat, dan itulah yang harus kita tingkatkan termasuk juga kebijakan hilirisasi dan industrialisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” kata Perry di Grha Bhasvara Icchana Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin.

Lebih lanjut, pada tantangan pertama, Perry menekankan pentingnya membangkitkan kepercayaan pelaku usaha. Selain itu, perlu ada upaya mempertemukan dan menyalurkan pembiayaan ke proyek-proyek prioritas nasional agar tercipta stabilitas yang dinamis sekaligus pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Selanjutnya, tantangan kedua berkaitan dengan penguatan mesin pertumbuhan domestik. Hal ini dilakukan melalui konsumsi yang tetap terjaga serta peningkatan investasi. Dengan demikian, program prioritas pemerintah dapat terus berjalan dan didukung oleh kapasitas pembiayaan yang memadai.

Sementara itu, pada tantangan ketiga, Perry mengingatkan pentingnya memastikan kebijakan, baik yang telah maupun yang akan dirumuskan dapat diimplementasikan secara efektif. Implementasi ini harus menjangkau dunia usaha, sektor perbankan, hingga masyarakat luas agar dampaknya optimal.

Ia juga menjelaskan bahwa kondisi global saat ini masih dipenuhi ketidakpastian akibat konflik geopolitik yang belum mereda. Situasi ini berdampak pada perlambatan ekonomi, kenaikan harga minyak global, hingga meningkatnya tekanan arus modal keluar.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Perry menegaskan perlunya penguatan sinergi untuk mendorong perekonomian Indonesia berbasis kekuatan domestik, khususnya permintaan dalam negeri.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menjelaskan bahwa tekanan global dapat memengaruhi perekonomian domestik melalui tiga jalur utama.

Pertama, jalur finansial yang dipicu meningkatnya aset safe haven. Kondisi ini mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta imbal hasil obligasi AS, sehingga memicu arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kedua, jalur komoditas yang dipengaruhi gejolak harga minyak akibat ketegangan di Selat Hormuz. Dampaknya, harga komoditas lain seperti emas dan batu bara ikut mengalami kenaikan.

Ketiga, jalur perdagangan yang terjadi akibat hambatan transportasi dan logistik. Hal ini menyebabkan disrupsi pasokan (supply disruption) antarnegara yang berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi.

Secara keseluruhan, Destry mengingatkan bahwa kondisi ini berisiko menekan ekonomi domestik, meskipun pertumbuhan masih terjaga dengan proyeksi sekitar 5,4 persen pada triwulan I 2026.

Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat ekonomi domestik guna meningkatkan daya tahan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan yang belum optimal. Pasalnya, mayoritas ekonomi domestik masih ditopang oleh konsumsi sebagai kontributor utama, diikuti oleh investasi dan belanja pemerintah.

“Oleh karena itu, di sinilah kami mencoba melihat apa, sih, permasalahan sebenarnya. Kenapa ekonomi domestik kita ini belum bisa tumbuh optimal. Nah ini yang akan kita akselerasi,” kata Destry.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x