x

Fadly Alberto Minta Maaf Usai Insiden Tendangan Kungfu di EPA U-20 Semarang

waktu baca 2 menit
Rabu, 22 Apr 2026 08:00 34 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20, Fadly Alberto Hengga, menyampaikan permintaan maaf atas aksi kekerasan yang dilakukannya dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 melawan Dewa United Banten FC U-20.

Ia mengakui perbuatannya sebagai tindakan keliru yang merugikan banyak pihak dan mencoreng nama tim serta sepak bola Indonesia.

Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Senin (20/4/2026) malam. Fadly secara terbuka mengakui kesalahannya.

“Dengan sadar saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya saat melawan Dewa United Banten FC U-20,” kata Fadly.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf secara khusus kepada pemain lawan yang menjadi korban. Nama Rakha Nurkholis disebut secara langsung dalam pernyataannya.

“Secara khusus saya meminta maaf kepada Rakha Nurkholis dan tim Dewa United atas perbuatan bodoh saya menendang Rakha Nurkholis,” ucapnya.

Fadly turut meminta maaf kepada klub yang dibelanya. Ia mengakui tindakannya telah merugikan tim secara keseluruhan.

“Dan untuk tim Bhayangkara Presisi Lampung FC saya meminta maaf kepada pimpinan dan manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC dan seluruh jajaran pelatih dan rekan setim karena telah merugikan tim,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Fadly juga menyampaikan permohonan maaf kepada Timnas Indonesia. Ia menilai aksinya telah mencoreng nama baik tim nasional.

“Untuk Timnas Indonesia saya meminta maaf karena perbuatan saya mencoreng nama baik Timnas Indonesia. Kepada masyarakat Indonesia saya meminta maaf atas kegaduhan akibat tindakan saya,” tambahnya.

Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan EPA U-20 musim 2025/2026. Laga digelar di Stadion Citarum pada Minggu (19/4).

Pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Dewa United U-20. Namun, hasil pertandingan tertutup oleh keributan yang terjadi di akhir laga.

Ketegangan disebut mulai meningkat setelah keputusan wasit pada menit ke-81. Gol kedua Dewa United U-20 yang dicetak Abu Thalib diprotes kubu Bhayangkara karena dianggap offside.

Meski mendapat protes, wasit tetap mengesahkan gol tersebut. Keputusan itu memicu emosi pemain di lapangan.

Situasi kemudian semakin memanas dan tidak terkendali. Keributan antarpemain hingga ofisial pun tak terhindarkan.

Di tengah kericuhan itu, Fadly terekam kamera melayangkan tendangan ke arah punggung Rakha Nurkholis. Aksi tersebut kemudian viral di media sosial dan menuai reaksi luas dari publik.

Peristiwa ini menjadi sorotan serius dalam kompetisi usia muda. Insiden tersebut menegaskan pentingnya pengendalian emosi dan sportivitas dalam pembinaan pemain sepak bola.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

5 hours ago
19 hours ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x