x

COO Bhayangkara Kecewa Aksi Fadly Alberto, Sanksi Komdis Menanti

waktu baca 2 menit
Senin, 20 Apr 2026 15:19 33 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Chief Operating Officer Bhayangkara FC, Sumardji, mengaku kecewa atas aksi tendangan kungfu yang dilakukan Fadly Alberto kepada pemain Dewa United U-20. Insiden tersebut terjadi dalam laga Elite Pro Academy di Stadion Citarum pada Minggu (19/4/2026).

Sumardji menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam dunia olahraga. Ia menyebut kejadian itu menjadi sorotan karena mencoreng sportivitas sepak bola nasional.

Sumardji mengungkapkan, keributan yang terjadi tidak berdiri sendiri. Ia menyebut ada sejumlah faktor yang memicu insiden tersebut.

“Saya sebenarnya sangat, benar-benar saya sangat kecewa ya dengan adanya kejadian itu. Kejadian itu kan diawali dari sesuatu yang semestinya tidak boleh terjadi,” kata Sumardji.

Ia juga menyoroti kinerja perangkat pertandingan dalam laga tersebut. Menurutnya, keputusan wasit dinilai kurang profesional sehingga memicu situasi memanas.

“Itu kan diawali dari laporan ya, laporan dan setelah saya lihat di video, diawali dari perangkat pertandingan yang tidak profesional menjalankan tugas,” tambahnya.

Selain itu, Sumardji mengungkap adanya dugaan tindakan rasisme yang memicu emosi pemain. Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Fadly Alberto terkait insiden tersebut.

“Menurut Berto, kan saya telpon Berto. Ada dari bench itu teriakan, ‘Berto hitam, Berto monyet’. Nah, disitulah Berto akhirnya naik darah marah dan dia melakukan tendangan itu,” ucapnya.

Meski demikian, Sumardji tetap menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak bisa dibenarkan. Ia menilai pemain harus tetap menjaga sikap profesional di lapangan.

“Tapi apapun saya bilang, itu tidak dibenarkan dan itu tidak boleh dilakukan. Ya, itu tidak boleh dilakukan (menendang lawan),” tegasnya.

Ia meminta Fadly Alberto melakukan evaluasi diri secara menyeluruh. Menurutnya, pemain muda harus mampu mengendalikan emosi dalam situasi apapun.

Sumardji juga mengingatkan bahwa perjalanan karier pemain masih panjang. Oleh karena itu, sikap dan perilaku harus dijaga dengan baik.

“Jadi, menurut saya dengan kejadian ini, tentu Berto ya harus bisa mengevaluasi diri dan harus menerima keputusan Komdis yang pasti akan diserahkan sanksi kepada Berto,” katanya.

Insiden ini menambah sorotan terhadap kompetisi usia muda di Indonesia. Evaluasi terhadap aspek disiplin dan sportivitas dinilai menjadi hal yang mendesak.

Kasus tersebut juga berpotensi berlanjut ke ranah disiplin federasi. Sanksi dari Komite Disiplin diperkirakan akan dijatuhkan setelah proses penelusuran selesai.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
6 hours ago
9 hours ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x