x

MPR Dukung Evaluasi MBG, Eddy Soeparno Tekankan Prioritas Anak-anak

waktu baca 3 menit
Minggu, 19 Apr 2026 12:00 62 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Eddy Soeparno mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto dalam mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Evaluasi dinilai penting agar program lebih tepat sasaran bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu serta tetap efektif di tengah keterbatasan fiskal.

Eddy menyebut kebijakan evaluasi sebagai langkah yang relevan dengan kondisi saat ini. Pemerintah dinilai perlu memastikan anggaran digunakan secara optimal untuk kelompok yang paling membutuhkan.

Menurutnya, sejak awal pemerintahan, Presiden Prabowo mengedepankan prinsip inklusivitas. Fokus utama diarahkan pada masyarakat rentan secara ekonomi.

“Sejak awal pemerintahan beliau, Presiden selalu bekerja berdasarkan prinsip no one is left behind, khususnya bagi masyarakat yang rentan secara ekonomi dan paling membutuhkan,” ujar Eddy.

Ia juga menilai kebijakan tersebut mencerminkan prinsip keadilan dalam distribusi bantuan. Program MBG diprioritaskan untuk anak-anak yang benar-benar membutuhkan asupan gizi.

Eddy menegaskan bahwa pendekatan ini menunjukkan keberpihakan pemerintah. Langkah tersebut dianggap sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi nyata di lapangan.

“Keputusan ini mencerminkan sensitivitas pemerintah terhadap kondisi riil di lapangan. Prioritas kepada daerah yang membutuhkan merupakan bentuk konkret dari kebijakan yang berbasis kebutuhan di daerah-daerah yang rentan gizi maupun kemiskinan,” ujarnya.

Pendekatan berbasis kebutuhan dinilai krusial dalam meningkatkan efektivitas program. Hal ini berkaitan langsung dengan upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak.

Selain itu, program MBG diharapkan mampu mendukung pembangunan sumber daya manusia. Perbaikan gizi anak menjadi fondasi penting bagi masa depan generasi muda.

Eddy juga menyoroti pentingnya akurasi data dalam penyaluran program. Data yang tepat akan memastikan bantuan diterima oleh pihak yang berhak.

“Kami berharap bahwa pemberian MBG ke depannya didasarkan pada keakurasian data agar mereka yang berhak menerima MBG senantiasa mendapatkan asupan gizi yang disediakan oleh negara,” ujar Eddy.

Ia turut menekankan perlunya pengawasan ketat dalam pelaksanaan program. Hal ini untuk mencegah penyimpangan dalam distribusi bantuan.

Eddy mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar bekerja dengan integritas. Ia menegaskan pentingnya menjaga kualitas layanan makanan bagi anak-anak.

“Ingat, mengambil hak orang lain itu tidak saja salah, tetapi juga menunjukkan rendahnya moral si pelaku. Oleh karenanya, saya mengimbau seluruh pengelola SPPG untuk memberikan kualitas dan layanan makanan yang terbaik untuk anak-anak kita,” tegas Eddy.

Sebelumnya, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional menegaskan fokus program MBG pada anak dari keluarga kurang mampu. Hal tersebut disampaikan oleh Nanik S. Deyang dalam keterangan resminya.

“Jadi kalau anak-anak orang mampu, kan tidak membutuhkan MBG karena orangtuanya sudah bisa memberi makanan bergizi yang baik di rumahnya,” kata Nanik.

Ia menambahkan bahwa program tidak boleh dipaksakan kepada semua siswa. Bantuan harus diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” ujar Nanik.

Nanik menilai evaluasi dan pengawasan akan terus diperkuat. Langkah ini dilakukan agar program berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus kami perkuat agar program ini berjalan optimal,” ujarnya.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x