x

Perundingan dengan AS Gagal, Menlu Iran: Permusuhan Hanya Melahirkan Permusuhan

waktu baca 2 menit
Senin, 13 Apr 2026 12:31 30 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Negosiasi antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat (AS) di Islamabad, Pakistan kembali menemui jalan buntu setelah 21 jam berdiskusi diskusi yang dimediasi oleh Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Sayed Abbas Araghchi, mengatakan bahwa kehadiran tim negosiator Iran ke Islamabad memiliki tujuan untuk mengakhiri perang yang dipaksakan selama 40 hari.

Namun, sikap plin-plan Washington kembali membuat perundingan damai gagal mencapai mufakat.

“Dalam pembicaraan intensif di tingkat tertinggi dalam 47 tahun, Iran terlibat dengan AS dengan itikad baik untuk mengakhiri perang,” tulis Araghchi dalam unggahan di akun X miliknya, Senin (13/4/2026).

Kegagalan kesepakatan itu kata dia, disebabkan oleh sikap maksimalis AS yang mengubah-ubah target dan memblokade selama pembicaraan damai dengan Iran, pada Sabtu (11/4/2026) lalu.

“Namun, ketika hanya beberapa inci dari “MoU Islamabad”, kita menghadapi maksimalisme, perubahan target, dan blokade,” ujarnya.

Araghchi menegaskan, bahwa niat baik Iran untuk mengakhiri perang dalam perundingan kali ini justru hanya kembali melahirkan permusuhan baru antara Teheran dan Washington.

“Tidak ada pelajaran yang dipetik. Niat baik melahirkan niat baik. Permusuhan melahirkan permusuhan,” tulisnya.

Sementara itu, sebelumnya, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan pada hari Minggu bahwa kedua pihak mencapai konsensus mengenai beberapa isu, tetapi mereka memiliki pandangan yang berbeda mengenai 2-3 masalah penting.

“Pada akhirnya, pembicaraan tersebut tidak mencapai kesepakatan,” katanya.

Baqaei mengatakan bahwa pembicaraan tersebut mencakup beberapa isu baru dengan kompleksitas tersendiri, seperti Selat Hormuz.

Selain itu, pada hari Minggu, Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB) melaporkan bahwa “tuntutan yang tidak masuk akal” dari AS menghambat kemajuan negosiasi di Islamabad.

Mengutip sumber yang terpercaya, kantor berita Tasnim mengatakan bahwa “bola berada di tangan Amerika” dan bahwa “Iran tidak terburu-buru” untuk bernegosiasi.

Washington salah perhitungan dalam negosiasi, sama seperti yang telah dilakukannya dalam perang, kata laporan itu, seraya memperingatkan bahwa tidak akan ada perubahan di Selat Hormuz “sampai Amerika Serikat menyetujui kesepakatan yang wajar.”

Wakil Presiden AS JD Vance, dalam konferensi pers yang sangat singkat, mengatakan negaranya gagal mencapai kesepakatan dengan Iran setelah negosiasi di Pakistan.

“Berita buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu berita buruk bagi Iran jauh lebih daripada bagi Amerika Serikat,” kata Vance.

Ia menegaskan bahwa AS telah menyampaikan batasan yang jelas dalam negosiasi. Menurutnya, Iran tidak memenuhi sejumlah syarat utama yang diajukan Washington.

“Jadi kami kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan. Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa batasan kami,” tambahnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

32 minutes ago
2 hours ago
1 day ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x